Berita Surabaya

Penderita Plasenta Akreta di RSUD Dr Soetomo Meningkat Tiap Tahun, hingga Mei 2019 Segini Jumlahnya 

Data di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun.

Penderita Plasenta Akreta di RSUD Dr Soetomo Meningkat Tiap Tahun, hingga Mei 2019 Segini Jumlahnya 
SURYAOnline/sulvi sofiana
Dokter Spesialis kandungan RSUD Dr Soetomo, Dr Aditiawarman SpOg (kiri) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasien Plasenta Akreta di RSUD Dr Soetomo meningkat setiap tahunnya. Data di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun.

Yakni satu pasien 2014, tujuh pasien 2015, lalu 24 pasien 2016,  60 pasien 2017, dan 71 pasien hingga Mei 2019.

Dokter Spesialis kandungan RSUD Dr Soetomo,Dr Aditiawarman SpOg mengungkapkan meningkatnya jumlah rujukan pasien ini karena memang semakin banyak dokter kandungan yang waspada.

"Dengan lebih dini ditangani maka lebih bisa dihindari resiko kematian ibu. Apalagi masih ditanggung BPJS juga,"ujarnya dalam Deteksi Dini Kelainan Spektrum Plasenta Akreta di hotel Fairfield Surabaya, Rabu (3/7/2019).

Pria yang juga staff Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini mengungkapkan resiko kematian ibu hamil akibat menderita Plasenta Akreta sama besarnya dengan preeklampsia.

Meskipun dipengaruhi riwayat operasi caesar namun ia menegaskan operasi caesar tidak serta merta menyebabkan Plasenta Akreta.

"Tetapi operasi caesar bisa jadi pemberat. Karena habis dioperasi pasti ada kekurangan-kekurangan yang dialami. Termasuk saat dia hamil lagi, karena selesai operasi caesar bisa jadi ada bekas yang membahayakan di dalam tubuh,"urainya dalam rangkaian acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PIT POGI) 2019.

Sehingga orang dengan riwayat Caesar harus harus kontrol dengan baik dan melakukan rangkaian pemeriksaan saat hamil kembali untuk memastikannya.

"Penderita Plasenta Previa di Indonesia disarankan untuk tidak hamil lagi. Bahkan yang kondisinya parah bisa sampai diangkat rahimnya," ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved