Pemprov Jatim
Langkah Gubernur Khofifah terkait Antisipasi Kemarau Panjang di Jawa Timur
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyikapi serius Identifikasi BMKG yang menyebut kemarau panjang di Jatim.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
SURYA.CO.ID | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyikapi serius Identifikasi BMKG yang menyebut kemarau panjang diprediksi bakal membuat Jawa Timur tidak hujan selama 60 hari.
Pihaknya kian merapatkan barisan dan menggandeng stakeholder serta lintas sektor untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan distribusi ke daerah yang berpotensi terdampak berat.
Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (2/7/2019). Ia mengatakan bahwa internal Pemprov sudah melakukan koordinasi intens terkait penyiapan kemarau panjang.
Namun rapat lintas sektor bakal diperluas dengan melibatkan TNI, Polri serta sektor privat intdustri untuk bersama-sama menghadapi kemarau panjang dan melakukan antisipasinya.
"Memang ini yang terus menerus kita komunikasikan. Saya minta ke Sekda untuk mempersiapkan kemarau panjang. Karena identifikasi BMKG 60 hari ke depan di Jawa Timur tidak akan turun hujan," ucap Khofifah.
Pihaknya akan mengundang TNI dan Polri untuk bisa diajak bersinergi membantu penyediaan air bersih, menyalurkan mobil mobil tangki air agar bisa sampai ke daerah yang kesulitas air bersih.
Sebab berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur juga bakal ada sskitar 500 desa di 24 kabupaten di Jawa Timur yang berpotensi mengalami kekeringan. Terutama di puncak kemarau pada bulan Agustus mendatang.
"Kami juga ingin mengundang para pelaku bisnis di Jawa Timur untuk bisa membantu suplai air bersih terutama di daerah dimana perusahaan mereka di jalankan," kata Khofifah.
Misalnya perusahaan di wilayah Pasuruan maka mereka akan membantu desa desa di Pasuruan yang mengalami kekurangan air. Begitu juga di Tulungagung, Jember, Situbondo dan kawasan yang lain.
Dengan begitu saat musim kemarau panjang tiba, dengan adanya sinergi lintas sektor warga masyarakat bisa terbantu dan tidak mengalami kesulitan air bersih.
Tidak hanya itu, langkah ini ditegaskan Khofifah juga dilakukan di Kabupaten Pacitan yang kini mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A. Pasalnya salah satu faktornya adalah kurangnya pola hidup besih dan sehat di kawasan tersebut.
Oleh sebab itu ia meminta khusus di musim kemarau suplai air di Pacitan juga terus diperhatikan. Agar persebaran penyakit hepatitis A juga tidak meluas saat musim kemarau panjang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gubernur-jawa-timur-khofifah-indar-parawansa-dalam-sidang-paripurna-dprd-jatim-selasa-272019.jpg)