Disurati Kejaksaan, Penghuni Rusun Urip Sumohardjo Surabaya Wadul ke DPRD Surabaya

Warga rusun Urip Sumohardjo Surabaya mendatangi DPRD Kota Surabaya dan meminta perlindungan setelah mendapat surat dari Kejaksaan. Apa isinya?

Disurati Kejaksaan, Penghuni Rusun Urip Sumohardjo Surabaya Wadul ke DPRD Surabaya
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Sejumlah perwakilan warga penghuni rusun Urip Sumoharjo Surabaya saat mendatangi kantor DPRD Surabaya, Rabu (3/7/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Para penghuni rumah susun (rusun) di Jl Urip Sumoharjo Surabaya dibikin ketakutan saat menerima surat panggilan dari Kejaksaan Negeri Surabaya.

Mereka mendapat undangan secara bergiliran yang isinya meminta warga melunasi tunggakan sewa rusun.

Karena itu, mereka pun mendatangi kantor DPRD Kota Surabaya, Rabu (3/7/2019) siang, untuk mengadukan situasi sulit yang mereka hadapi.  

"Kami ingin semua persoalan terkait sewa-menyewa Rusun Urip ini Clear. Warga terus terang takut dengan panggilan kejaksaan yang dimodel undangan itu. Resmi panggilan itu," kata Masduki, salah satu perwakilan warga saat di kantor DPRD. 

Masduki memaparkan, sebanyak 119 unit Rusun Urip Sumoharjo adalah pengganti rumah penghuni rusun yang pada puluhan tahun lalu terbakar. 

Mereka juga mengaku membayar PBB setiap tahun. Namun kali kedua warga dibuat takut karena ditagih tarif sewa retribusi rusun oleh kejaksaan. 

"Kalau kemudian dikenakan tarif sewa retribusi rusun, kenapa kami tidak disosialisiakan. Apalagi tarifnya lebih mahal daripada rusun yang lain. Warga saya ada yang kena tagihan Rp 14 juta. Rata-rata 3 jutaan," urai Masduki. 

Rusun Urip Sumohardjo dikategorikan Rusunawa karena telah masuk aset Pemkot. Rusun ini berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.

Mereka tergabung di RW 14 Kelutajan Embong Kaliasin. Lokasinya persis di tepi jalan raya, belakang pusat Kuliner sentra PKL Urip Sumoharjo.

Masduki menuturkan bahwa warganya hingga sekarang banyak yang belum membayar. "Biar ditagih kejaksaan, kami belum bisa membayar. Uang darimana segitu banyak. Kami minta keringanan," kata Masduki. 

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved