Berita Situbondo

Pengajuan Izin Trayek Tak Bisa Diperpanjang, Puluhan Sopir MPU 'Ngeluruk' Kantor Dishub Situbondo

Para sopir MPU Situbondo mengeluhkan aturan pembatasan izin trayek yang tidak bisa diperpanjang

Pengajuan Izin Trayek Tak Bisa Diperpanjang, Puluhan Sopir MPU 'Ngeluruk' Kantor Dishub Situbondo
surya/izi hartono
Para sopir MPU saat mendatangi kantor Dishub Situbondo untuk menyampaikan aspirasi terkait batasan izin trayek, Selasa (2/7/2019). 

SURYA.co.id | SITUBONDO - Puluhan sopir mobil penumpang umum atau MPU di Kabupaten Situbondo, ngeluruk ke Kantor Dinas Perhubungan Pemkab Situbondo. Mereka mengeluhkan aturan pembatasan izin trayek yang tidak bisa diperpanjang bagi kendaraan yang diproduksi tahun 1990 ke bawah.

"Untuk mengurus izin trayek harus menyertakan lolos uji kir. Sementara kami tidak bisa melakukan uji kir, karena kendaraan harus diremajakan. Untuk melakukan peremajaan butuh dana besar sekitar Rp 150 juta, sedangkan kami orang kecil," kata Wardi, Ketua Paguyuban Timur Organisasi Sopir Angkot (PTOSA) Situbondo, Selasa (2/7/2019)

Para sopir MPU ini kesal lantaran sopir MPU yang berada di kabupaten tetangga seperti Bondowoso, Jember dan Banyuwangi, bisa memperpanjang izin trayek dan kir meskipun produksi kendaraan berada di bawah tahun 1990.

"Bondowoso, Jember, Banyuwangi ini bisa memperpanjang izin trayek, kenapa kami tidak bisa," keluhnya.

Para sopir ini mengaku, jika kendaraan jenis Bison yang mereka operasikan dalam kondisi baik dan layak beroperasi.

Namun karena tahun produksi dibatasi, mereka tidak bisa beroperasi.

"Kenapa yang dipermasalahkan tahun produksi, padahal banyak mobil angkutan yang di atas 1990 kondisinya tidak lebih baik dari kondisi mobil kami," jelasnya.

Dijelaskan, di Situbondo sendiri tercatat ada sekitar 47 unit mobil bison yang beroperasi dari Situbondo ke Banyuwangi.

Semua izin trayek mereka mati dan pengajuan kir ditolak.

"Kalau kami tidak beroperasi, mau dikasi makan apa anak dan istri kami," ujar Wardi dengan nada kesal.

Sementara itu, Kasi Angkutan Dishub Situbondo, Tarwin, menuturkan sesuai aturan ijin trayek bagi mobil penumpang umum tidak bisa diperpanjang bagi kendaraan yang diproduksi tahun 1990 ke bawah, kecuali dilakukan peremajaan.

"Kita bekerja sesuai aturan," kata Tarwin saat menemui puluhan sopir MPU.

Kendati demikian, pihaknya berjanji akan menampung dan menyampaikan aspirasi sopir mobil angkutan umum kepada Dishub Jatim.

"Apa yang menjadi aspirasi para sopir akan disampaikan ke Dishub Provinsi," pungkasnya.

Penulis: Izi Hartono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved