Berita Surabaya

Penanganan Hepatitis A yang Jadi KLB di Pacitan Menurut Dosen Kesehatan Masyarakat Unair

osen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Oedojo Soedirham dr MA MPH PhD, memberikan cara penanganan Hepatitis A

Penanganan Hepatitis A yang Jadi KLB di Pacitan Menurut Dosen Kesehatan Masyarakat Unair
TribunJatim.com/Christine Ayu Nurchayanti
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Oedojo Soedirham dr MA MPH PhD, memberikan cara penanganan Hepatitis A yang kini sedang menjadi KLB di Pacitan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pacitan mengalami Kejadian Luar Bisa (KLB) wabah Hepatitis A. Menanggapi hal ini, pakar kesehatan masyarakat sekaligus dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Oedojo Soedirham dr MA MPH PhD, memberikan cara penanganan penyakit tersebut.

Oedojo mengatakan penyakit peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis A ini memang dikategorikan sebagai penyakit yang mampu menyebar secara cepat.

"Hepatitis A ditularkan melalui fecal-oral, di mana virus akan masuk ke mulut melalui benda atau makanan yang telah terkontaminasi tinja penderita hepatitis A," tutur Oedojo, Selasa (2/7/2019).

Apabila ditularkan melalui makanan atau minuman, lanjutnya, maka pembuat makanan atau minuman, diperkirakan kurang menjaga kebersihan sehingga dapat menularkan virus penyakit ini.

"Masyarakat kita juga masih kurang berpola hidup sehat sehingga kuman, bakteri, dan virus gampang menjangkit," tutur Oedojo.

"Tidak adanya angka kejadian (suatu penyakit), bukan berarti bebas dari penyakit tersebut. Seharusnya kita harus tetap berwaspada, tak hanya terhadap Hepatitis A, melainkan semua penyakit," ungkapnya.

Apabila penyakit Hepatitis A ini telah mewabah, Oedojo menyarankan agar Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait melakukan isolasi kepada para pasien yang terjangkit.

Hal ini untuk meminimalisir penyebaran virusnya.

"Tindakan yang sebaiknya dilakukan adalah lokalisir karena penyebarannya sangat cepat. Selain itu juga harus berhati-hati dalam me-supply makan, minuman, alat makan, dan lain sebagainya," tutur Oedojo.

Isolasi tersebut dapat dilakukan hingga gejala penyakit seperti meriang, mual, nafsu, dan tubuh terlihat kuning, hilang.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved