Berita Surabaya

Gubernur Khofifah Hapus Retribusi Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Ini Tujuannya

Gubernur Khofifah menghapus tarikan retribusi di bandara Abdulrachman Saleh, Malang.

Gubernur Khofifah Hapus Retribusi Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Ini Tujuannya
SURYAOnline/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sidang paripurna DPRD Jatim, Selasa (2/7/2019). Gubernur Khofifah akan menghapus retribusi Bandara Abdulrachman Saleh Malang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemprov Jatim bakal melakukan perubahan terkait penarikan retribusi sebagai sumber pendapatan asli daerah. Ada sejumlah retribusi yang dihapus dan ada yang bakal menjadi sumber retribusi baru.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa, seusai rapat paripurna DPRD Provinsi Jawa Timur, Selasa (2/7/2019), mengatakan salah satu retribusi yang bakal dihapus adalah di bandara Abdulrachman Saleh, Malang.

"Ini tadi kita paripurna tentang revisi Perda Retribusi. Ada yang dihapuskan, ada juga yang menjadi retribusi baru. Salah satu yang dihapus adalah retribusi Bandara Abdulrachman Saleh," kata Khofifah.

Gubernur perempuan pertama Provinsi Jawa Timur ini menegaskan, penghapusan retribusi itu dilakukan untuk meningkatkan layanan Bandara Abdulrachman Saleh Malang.

Selain itu juga ada sejumlah retribusi baru yang bakal ditarik oleh Pemprov Jatim, yaitu penarikan retribusi dari pemanfaatan aset harta kekayaan negara.

"Gedung kita banyak yang disewakan. Mulai untuk acara mantenan, diskusi, seminar, dan lainnya. Ini akan masak dalam retribusi baru," ucap wanita yang sempat menjabat sebagai Menteri Sosial Kabinet Kerja Jokowi-JK ini.

Meski begitu, ke depan penarikan retribusi di aset pemprov ini tetap akan ada pengecualian, khususnya bagi penggunaan gedung yang digunakan untuk sektor kesenian dan kebudayaan.

Khofifah secara khusus sudah berpesan pada OPD pemprov terkait supaya ada perlakuan khusus bagi seniman dan budayawan.

"Saya tadi sudah sampaikan agar ada special treatment untuk budayawan yang menggunakan gedung pemprov, maupun di bakorwil untuk pentas seni budaya bisa diberikan special treatment," imbuhnya.

Meski mungkin tidak bisa gratis, namun Pemprov Jatim akan melakukan hitungan ulang berapa nantinya keringanan atau perlakuan khusus bisa diberikan.

Tujuannya tak lain adalah bisa memberikan kemudahan layanan dalam mendukung pelestarian kesenian dan kebudayaan di Jawa Timur oleh seniman dan budayawan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved