Berita Gresik

Dua Calon Kades di Balonpanggang Gresik Saling Puji di Medsos, Warganet: Seneng kalau Akur Begini 

Dua calon kepala desa (Cakades) Balongpanggang tampak saling puji satu sama lain di jejaring media sosial, Facebook.

Dua Calon Kades di Balonpanggang Gresik Saling Puji di Medsos, Warganet: Seneng kalau Akur Begini 
foto: istimewa
Akrab, dua cakades saling puji di media sosial Facebook, Selasa (2/7/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Gresik akan digelar 29 hari lagi. Dua calon kepala desa (Cakades) Balongpanggang tampak saling puji satu sama lain di jejaring media sosial, Facebook.

Keduanya, tampak akrab baik di dunia maya maupun dunia nyata. Pemandangan unik ini, mendapat respons positif dari warganet.

Salah satu cakades, Mohammad Zein menggunggah dua banner di facebook miliknya Zein Qurrotu A'yyun yang berisi banner miliknya dan cakades lawannya, Agus Saputro.

Dia menambahkan tulisan 'Kami Siap Mewujudkan Sebuah Impian Masyarakat Demi Sebuah Kesejahteraan'.

Hasilnya, postingan yang diunggh pada Rabu (26/6/2019) tersebut mendapat likes sebanyak 306 dan dikomentari 173 komentar dan satu kali dibagikan.

Fenomena unik ini, membuat wargaNet banyak menuliskan komentar. Seperti akun Siska Mulyanto yang menuliskan 'Seneng kalau akur gini'. Kemudian, Cak Ani 'Balongpanggang Guyup Rukun'.

Melihat bannernya di posting di akun facebook lawannya dalam Pilkades, Agus Suprapto melalui akun facebooknya, Ciput Panggres mengomentari dengan memberikan foto mereka berdua saat menyeduh kopi.

Menurutnya, Pilkades merupakan ajang pemilihan putra daerah terbaik yang berlangsung guyup rukun. Tanpa mencela bahkan tanpa mengurangi rasa persaudaraan.

"Mari kita ciptakan situasi dan kondisi di Balongpanggang ini damai dan tentram," ujar Ciput sapaan akrabnya, Selasa (2/7/2019).

Sementara itu, Mohammad Zein mengaku kedekatannya dengan lawannya itu tidak hanya di dunia maya, namun juga di dunia nyata. Menurutnya, mereka sepakat bahwa kompetisi Pilkades harus menjadi kompetisi yang sehat dan mendidik bagi generasi penerus.

"Melihat kompetisi Pilkades selama ini sangat tidak mendidik generasi yang akan datang, karena yang ditonjolkan selalu finansial. Ahirnya bisa membuat cemburu sosial dan berakhir dengan permusuhan. Kita berdua ingin menciptakan suasana baru dengan memberikan pengertian bahwa kita berkompetisi untuk mencari mana yang terbaik buat desa," jelasnya.

Pilkades serentak Kabupaten Gresik digelar pada 31 Juli 2019 diikuti 265 desa.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved