Berita Surabaya

Didesak Mundur oleh Guru dan Kepala Sekolah Swasta, Ini Jawaban Kepala Dindik Surabaya Ikhsan

Saat diberi kesempatan bicara, Kepala Dindik Surabaya Ikhsan menolak menyinggung soal tuntutan mundur dari jabatannya itu.

Didesak Mundur oleh Guru dan Kepala Sekolah Swasta, Ini Jawaban Kepala Dindik Surabaya Ikhsan
surya/nuraini faiq
Kepala Dindik Surabaya, Ikhsan, saat hendak menemui guru sekolah swasta yang mendemonya di Balai Kota Surabaya, Selasa (2/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Aksi demo ratusan guru dan kepala sekolah swasta di Balai Kota Surabaya tadi siang meminta Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Ikhsan, mundur dari jabatannya. Para kepala sekolah swasta tersebut mengaku sudah tiga tahun ini kebijakan Dindik Surabaya itu tak berpihak kepada sekolah swasta

Massa gabungan dari seluruh guru dan kepala sekolah swasta di Surabaya itu berdemo di balai kota sejak pagi. Bahkan, teriakan minta Kepala Dindik Surabaya Ikhsan meletakkan jabatan itu menjadi nyanyian mereka saat demo. 

Tidak terhenti di situ, saat perwakilan kepala sekolah swasta melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) ditemui Kepala Beppeko Eri Cahyadi dan Kepala BPB Linmas Eddy Kriatyanto di lantai dua Balai Kota Surabaya, mereka juga mendesak Ikhsan mundur. 

Pagi Ini, Ratusan Sekolah Swasta Demo Balai Kota Surabaya, Ini Tuntutan Mereka

"Kami sudah bersabar tiga tahun, kami kekurangan murid. Kebijakan Dindik menambah pagu SMP negeri tahun ini makin menyulitkan kami. Sebaiknya Pak Ikhsan Legowo mundur. Kami ingin Kadindik baru," kata Imam Safari, Korlap aksi guru sekolah swasta dalam pertemuan. 

Ikhsan menghadiri pertemuan itu. Begitu tiba, para guru itu menantikan jawaban Ikhsan.

Kepala BPB Linmas Eddy meminta kesediaan Ikhsan untuk merespons tuntutan mundur kepala Dindik yang sudah lama menjabat itu. 

"Silakan kalau Pak Ikhsan berkenan menyampaikan. Sebab ini hak pribadi dan tanggung jawab Pak Ikhsan adalah kepada wali kota," kata Eddy yang jadi moderator

Jawaban Ikhsan

Saat diberi kesempatan bicara, Ikhsan menolak menyinggung soal tuntutan mundur dari jabatannya itu.

Dia hanya menjawab terkait kekhawatiran keberlangsungan SMP swasta karena tidak ada murid tetap akan diberi Bopda. 

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved