Bahaya yang Mengancam Purwanto Asal Tulungagung Tiduri 50 Pria, Bisa Kena Penyakit Mematikan ini

Aksi Purwanto waria perias pengantin di Tulungangung, Jawa Timur, yang telah meniduri 50 pria ternyata bisa menimbulkan bahaya bagi pelakunya

Bahaya yang Mengancam Purwanto Asal Tulungagung Tiduri 50 Pria, Bisa Kena Penyakit Mematikan ini
Kolase tribun jatim/luhur pambudi dan NET
Purwanto Asal Tulungagung Tiduri 50 Pria 

Dua di antaranya berstatus pelajar.

Rumah milik Purwanto alias Poernanda, TKP pencabulan sesama jenis di bawah umur (kanan) di Blok B nomor 7, Perumahan Citra Damai 2 di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Dan Purwanto saat rilis kasus di Polda Jatim (kiri).
Rumah milik Purwanto alias Poernanda, TKP pencabulan sesama jenis di bawah umur (kanan) di Blok B nomor 7, Perumahan Citra Damai 2 di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Dan Purwanto saat rilis kasus di Polda Jatim (kiri). (surya.co.id/david yohannes/luhur pambudi)

Polisi kemudian mencari dan meminta keterangan dua pelajar tersebut yang kemudian mengaku telah dicabuli pelaku.

Agar dua korban bersedia diajak berhubungan badan, pelaku menawari korbannya dengan uang sebesar Rp 100.000 hingga Rp 150.000.

Jika korbannya berkenan, korban menyuruhnya ke kontrakan pelaku.

Pelaku mengenal korban melalui media sosial.

"Berkenalan melalui media sosial, lalu pelaku mengajak korbannya ke rumah kontrakan," jelasnya.

PRW saat ini ditahan di Mapolda Jawa Timur.

Dia dijerat pasal 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Saat ditanya TribunJatim.com (jaringan Surya.co.id) ikhwal perubahan orientasi seksualnya bermula di tahun 2004.

Purwanto yang mengenakan penutup wajah itu mengaku, perilakunya makin 'melambai' saat membuka salon tata rias pengantin.

"Buka salon tahun 2006, sambil jadi waria. Kan sebelumnya saya waria, kan dandan cewek," ungkap Purwanto.

Saat ditanya, apakah ada faktor rasa trauma masa lalu yang menjadi penyebab dirinya memiliki orientasi seksual yang menyimpang?

Ia menggelengkan kepala.

Tak lama kemudian, seraya menundukkan kepala, ia mengaku, semua teman kencannya itu diajaknya berhubungan badan tanpa paksaan.

"Gak ada yang saya paksa," tandasnya. 

Penyidik Polda Jatim terus menelusuri kemungkinan bertambahnya jumlah korban tindakan asusila yang dilakukan oleh Purwanto, pria gay asal Kabupaten Tulungagung

Dari penyidikan yang telah dilakukan, polisi menyebut bahwa Purwanto pria gay tersebut mengenal kedua korbannya yang masih remaja melalui aplikasi Whatsapp. 

"Proses perkenalan pelaku dengan korban melalui WA bertukar nomor ponsel," katanya pada awakmedia di Balai Wartawan Gedung Humas Mapolda Jatim, Senin (1/7/2019).

Beberapa kali, pelaku menghubungi korban pencabulan yang berusia dibawah umur itu, untuk diajak ke rumahnya.

"Di situlah korban diajak hubungan badan, korbannya ya penyuka sesama jenis," jelasnya.

Aldy menambahkan, pelaku memberikan imbalan uang pada korban, sekali berhubungan badan Rp 50 Ribu hingga Rp 150 Ribu.

Namun, Purwanto justru membantah hal itu.

Beberapa kali kesempatan berhubungan badan, ia mengaku, justru pihak si korban yang membayar dirinya.

"Ada juga, dianya yang ngajak, dianya malah ngimingi saya uang," jelas Purwanto seraya menundukkan kepala.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved