Berita Surabaya

Surabaya Memasuki Musim Panas, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Angin Kencang dan Kekeringan

di musim panas ini ada beberapa hal yang perlu di waspadai oleh warga Surabaya, mulai dari kekeringan hingga angin kencang.

Surabaya Memasuki Musim Panas, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Angin Kencang dan Kekeringan
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi - Pohon mengering di kawasan Jembatan Suramadu, Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski Surabaya akhir-akhir ini terasa dingin, bukan berarti musim kemarau tak jadi datang. Justru suhu udara yang dingin adalah penanda bahwa sudah memasuki musim kemarau.

Kepala Forecaster Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), Ari Widjajanto, mengatakan di musim panas ini ada beberapa hal yang perlu di waspadai oleh warga Surabaya, mulai dari kekeringan hingga angin kencang.

"Angin kencang akan terjadi, kami imbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Selain itu, kekeringan juga bisa melanda beberapa wilayah di Surabaya pinggiran," katanya, Senin (1/7/2019).

Beberapa wilayah yang perlu waspada kekeringan adalah Lakarsantri, Benowo dan Pakal karena tidak adanya aliran air menyuplai kawasan tersebut.

Angin kencang di musim kemarau juga menyebabkan beberapa wilayah pesisir mengalami gelombang tinggi.

Mulai pertengahan Juni juga akan terjadi gelombang tinggi, sehingga perjalanan laut patut diwaspadai.

"Mulai pertengahan Mei, fluktuasi pertengahan gelombang mulai tampak dan gangguan sirkulasi udara yang ada di Kalimantan, itu kadang muncul, kadang tidak. Dan di bulan Juli, terjaid peningkatan-peningkatan kecepatan angin, dan tinggi gelombang pun akan meningkat," pungkasnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved