Penyebab Kematian Mayat Pria di Kebun Pepaya Masih Misterius

Polisi masih belum mengetahui penyebab kematian seorang pria yang mayatnya ditemukan berdarah di tengah-tengah ladang pepaya di Kediri.

Penyebab Kematian Mayat Pria di Kebun Pepaya Masih Misterius
SURYA.co.id/Didik Mashudi
Mayat memakai kaos dan celana hitam tergeletak di tengah kebun pepaya di Jl Tembus Nanaran - Kleco, Kota Kediri, Senin (1/7/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Penyidik Polsek Pesantren, Kediri, masih menunggu hasil visum et repertum mayat Joko (60) yang ditemukan meninggal di tengah kebun pepaya.

Dari hasil visum dokter RS Bhayangkara akan diketahui penyebab kematiannya. 

Kapolsek Pesantren, Kompol Paidi Sadiharto menjelaskan, meski ditemukan luka berdarah di telinga korban, namun belum diketahui penyebabnya.

"Kami masih menunggu hasil otopsinya keluar sehingga diketahui korban meninggal karena apa," jelas Kompol Paidi Sadiharto, Senin (1/7/2019).

Diakui Kompol Paidi, dari pemeriksaan fisik di tubuh korban memang ditemukan ada darah yang mengering di telinga korban. Tapi belum dipastikan darah tersebut akibat dari tanda-tanda penganiayaan.

Hasil olah TKP, petugas juga menemukan satu karung berisi pepaya yang telah masak. Diduga pepaya tersebut diambil dari lokasi kebun pepaya milik Slamet.

"Satu karung kates (pepaya) tersebut itu diduga diambil dari lahan kebun pepaya. Di dekatnya juga ada sepeda motor milik korban," jelasnya.

Dari hasil pengecekan petugas memang menemukan bekas buah pepaya yang baru dipetik. Sejumlah pohon yang tangkainya baru dipetik telah diberi penanda police line penyidik Polsek Pesantren.

Petugas bakal meminta keterangan sejumlah saksi termasuk pemilik lahan kebun pepaya untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Sementara dugaan korban meninggal sudah cukup lama karena kondisinya tubuhnya sudah mulai kaku dan darahnya sudah kering.

"Diperkirakan korban sudah meninggal tengah malam. Karena saat dilaporkan kepada petugas kondisinya sudah kaku," jelasnya.

Saat ditemukan pertama kali oleh Sutrisno, mayat Joko dalam kondisi terlentang memakai celana dan kaos warna hitam dengan logo swastika di sebelah kiri. Korban juga memakai topi hitam yang dipakai dalam posisi terbalik.

Joko sebelumnya berdomisili di Kelurahan Banaran, namun kemudian setelah menikah pindah rumah ke Desa Bendo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Korban juga masih sering ngobrol di warung Kelurahan Banaran.

Di lokasi penemuan mayat, penyidik telah mengamankan barang bukti satu karung berisi buah pepaya masak serta sepeda motor korban Suzuki Smas nopol AG 4530 BC yang diduga milik korban. Sementara.mayat korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum.

Heboh Penemuan Mayat Kaku, Telinga Korban Mengeluarkan Darah dan Dikerubungi Semut

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved