'Harta Karun' di TPA Supit Urang Kota Malang. Pemulung Pernah Temukan Uang Rp3 Juta Dalam Amplop

Bagi para pemulung, TPA Supit Urang adalah tempat menggantungkan nasib. Di sana, ada harta karun bagi mereka.

'Harta Karun' di TPA Supit Urang Kota Malang. Pemulung Pernah Temukan Uang Rp3 Juta Dalam Amplop
surabaya.tribunnews.com/rifky edgar
Slamet Riyadi (30), satu di antara ratusan pemulung yang menggantungkan hidupnya di TPA Supit Urang, Kota Malang, Senin (1/7). 

SURYA.co.id | MALANG - TPA Supit Urang di kota Malang sehari-hari menjadi gantungan nasib para pemulung yang mencari barang-barang bekas. 

Di sana, mereka mencari sampah-sampah sisa yang bisa diuangkan kembali.

Salah satu dari mereka adalah Slamet Riyadi (30), warga Jl Rawisari, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun. 

Bapak satu anak ini sehari-hari mengumpulkan bekas botol air mineral. Pekerjaan itu dia lakukan sejak usia 18 tahun. 

Sehari-hari, dia bisa mendapatkan empat karung botol bekas. 

"Tiap satu karung beratnya ga tentu, tiap hari saya bisa kumpulkan uang 50 Ribu sampai 100 Ribu," ucapnya, Senin (1/7/2019).

Dari kegiatannya bergelut dengan sampah, Slamet seringkali menemukan barang-barang tak terduga. 

Bahkan, dia pernah menemukan amplop berisi uang Rp3 Juta di antara sampah-sampah yang menggunung. 

"Masih amplopan dan dalam keadaan basah. Di amplop itu ada tulisan Bank Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, ratusan pemulung yang berada di TPA Supit Urang itu ternyata banyak membantu Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dalam mengurai sampah.

Halaman
123
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved