DPRD Jatim Titip Pesan ke Lemhanas: Tiru Jatim, Mari Wujudkan Rekonsiliasi Nasional Pasca Pemilu

DPRD Jatim menitipkan pesan kepada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional pasca pemilu 2019.

DPRD Jatim Titip Pesan ke Lemhanas: Tiru Jatim, Mari Wujudkan Rekonsiliasi Nasional Pasca Pemilu
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengunjungi Gedung DPRD Jatim, Senin (1/7/2019). Rombongan diterima langsung Anggota Komisi A DPRD Jatim, Muzammil Syafii. 

SURYA.co.id | SURABAYA - DPRD Jatim menitipkan pesan kepada Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) untuk mewujudkan rekonsiliasi nasional pasca pemilu 2019.

Jawa Timur yang memiliki jumlah penduduk mencapai 40 juta penduduk dinilai telah memelopori langkah rekonsiliasi ini.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi A DPRD Jatim, Muzammil Syafi'i ketika menerima kunjungan Lemhanas di DPRD Jatim, Senin (1/7/2019).

Hadir pada pertemuan ini 25 Anggota Lemhanas angkatan ke-59 serta jajaran Anggota Komisi A DPRD Jatim yang membawahi bidang pemerintahan ini.

"Kunjungan Lemhanas kali ini untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Utamanya, soal kondisi Pancasila sebagai penjaga kesatuan," kata Muzamil ketika ditemui seusai pertemuan.

Muzammil menjelaskan bahwa kondisi Jatim sangat stabil pasca penyelenggaraan pemilu 2019. Hal ini dinilai sebagai buah dari keberhasilan rekonsiliasi pasca pemilu.

Jawa Timur sebagai daerah yang dihuni mayoritas santri dan pesantren dinilai mampu mewujudkan rekonsiliasi dengan tak menimbulkan banyak gesekan.

"Ini menjadi kekuatan Jatim untuk mengajarkan cinta tanah air. Jatim dengan kepemimpinan ulama memegang peranan penting untuk menjaga kondusifitas pasca pemilu," kata Muzammil yang juga mantan Wakil Bupati Pasuruan ini.

Bukan hanya di pemilu 2019, Jatim cukup kondusif sejak saat pilkada serentak 2018 lalu. Utamanya, di pemilihan gubernur yang juga hanya diikuti dua pasangan calon tersebut.

"Sehingga, baik pilkada, pileg, dan pilpres, berjalan baik. Sekalipun berbeda pilihan, tetap bisa melakukan rekonsiliasi dengan dipelopori para ulama dan kiai," kata politisi Partai NasDem ini.

Berangkat dari semangat kebersamaan di Jatim tersebut, hal itu diharapkan juga bisa dilakukan di pemerintahan pusat. Apalagi, dengan mempertemukan pasangan calon dari kedua kubu, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta para elit pendukungnya.

"Kalau hal ini bisa dilakukan di Jatim, tentu juga bisa dilakukan di pusat. Kita bisa menjadi contoh untuk rekonsiliasi nasional," kata Anggota DPRD Jatim terpilih periode 2019-2024 ini.

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebelumnya juga telah menetapkan pasangan calon Jokowi-Ma'ruf menjadi Capres-Cawapres terpilih periode 2019-2024. Jokowi-Ma'ruf menang setelah mendapat suara lebih banyak ditambah dengan gugatan Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah ditolak. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved