Advertorial

Belajar Matematika Jadi Lebih Asyik dengan Papan Madubala Buatan Mahasiswa Unusa

Dengan adanya inovasi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), belajar matematika bisa menjadi lebih menyenangkan. Seperti apa?

Belajar Matematika Jadi Lebih Asyik dengan Papan Madubala Buatan Mahasiswa Unusa
surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Penggunaan papan Mabudala untuk belajar matematika. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mempelajari Matematika menjadi hal yang sulit bagi kebanyakan siswa. Namun dengan adanya inovasi mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), mempelajari matematika menjadi menarik dengan media board game yang dibuat.

Board game itu dinamakan Papan Madubala atau Matematika Dunia Belajarku. Permainan edukasi ini merupakan buatan Fitriani Rafika Sari, Isna Ruhamaul Badriyah, Nur Fauziah Salsabila Soebijantoro Putri dan Anggi Rista Yuliarno.

Fitri menjelaskan, media pembelajaran inovatif Papan Madubala ini telah diujicobakan pada anak-anak jalanan (anjal) di Sanggar Alang-Alang, Terminal Joyoboyo, Gunungsari, Surabaya.

Anak-anak terlihat antusias dan menuntaskan soal-soal matematika yang ada melalui Madubala. Alhasil, inovasi yang mereka daftarkan dalam program kreasi mahasiswa (PKM) bidang pengabdian kepada masyarakat ini lolos memperoleh dana hibah dari Kemenristekdikti.

“Selama ini anak-anak di Sanggar Alang-Alang hanya diajarkan kesenian, musik dan rohani. Sementara matematika sudah tidak lagi diajarkan karena tidak diminati anak-anak,” kata ujar Fitri yang juga Ketua Tim.

Fitri pun bersyukur melihat anak-anak sanggar kembali antusias belajar matematika setelah diperkenalkan Papan Madubala. Metode dengan media pembelajaran inovatif ini memadukan pembelajaran audio, visual dan kinestetik (praktik), agar kegiatan belajar-mengajar tidak monoton.

“Metode ini kami ajarkan pada anak-anak usia 7-8 tahun atau setara siswa SD kelas 1-2 dan kelas 3-4. Harapannya, jika sejak dini mereka sudah merasa asyik belajar matematika, ke depan bisa lebih mudah bagi mereka untuk mempelajari matematika,” paparnya.

Isna menambahkan Papan Madubala dilengkapi dengan spinner dan kotak teka-teki. Spinner sebagai tempat soal yang digambarkan dengan tokoh idola anak-anak kekinian, seperti Adel tokoh kartun Sopo Jarwo, pak Somad tokoh kartun keluarga Pak Somad.

Sedangkan kotak teka-teki berisi angka dalam bentuk gambar jeruk, nanas, ikan, telur, pisang, ayam, mangga, dan es krim. Metode ini meliputi enam operasional, yakni pengenalan angka, penjumlahan, penguranagn, perkalian, pembagian, dan satuan angka.

“Visual sengaja kami pilih yang sangat familiar dengan anak-anak, seperti tokoh Adel, pak Somad, juga es krim, ayam. Dengan begitu mereka merasa tertarik dan semangat untuk mengikuti kegiatan belajar matematika tersebut,” katanya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved