Berita Blitar

Pemkot Blitar Kaji Kebijakan Menempeli Stiker Keluarga Tidak Mampu di Rumah Warga Penerima Bantuan

Dinsos Kota Blitar sedang mengkaji kebijakan menempeli stiker keluarga tidak mampu di rumah warga penerima bantuan dari pemerintah

Pemkot Blitar Kaji Kebijakan Menempeli Stiker Keluarga Tidak Mampu di Rumah Warga Penerima Bantuan
surya.co.id/samsul hadi
Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Priyo Istanto 

SURYA.co.id | BLITAR - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar sedang mengkaji kebijakan menempeli stiker keluarga tidak mampu di rumah warga penerima bantuan dari pemerintah. Kebijakan itu untuk menyeleksi warga penerima bantuan pemerintah agar benar-benar tepat sasaran.

"Di daerah lain sudah ada yang menerapkan kebijakan itu. Sekarang kami sedang mengkaji kebijakan itu apakah bisa diterapkan di Kota Blitar," kata Kepala Dinsos Kota Blitar, Priyo Istanto, Minggu (30/6/2019).

Priyo mengatakan Dinsos masih mempertimbangkan dampak psikologis masyarakat dengan kebijakan itu. Menurutnya, warga penerima bantuan yang rumahnya ditempeli stiker tidak mampu pasti akan merasa malu.

"Dampak psikologis ini yang masih kami pertimbangkan," ujarnya.

Tetapi, kata Priyo, kebijakan itu sebenarnya bagus untuk meningkatkan kesadaran warga.

Artinya, warga yang secara ekonomi sudah mampu harus punya kesadaran untuk menolak menerima bantuan dari pemerintah.

Bantuan dari pemerintah hanya diberikan kepada warga yang benar-benar masih membutuhkan.

Menurutnya, jangan sampai program bantuan dari pemerintah salah sasaran.

Dia mencontohkan soal program bantuan beras sejahtera dari Pemkot Blitar.

Dinsos mendapat informasi ada beberapa warga penerima bantuan yang menjual kembali beras sejahtera dari Pemkot Blitar.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved