Berita Gresik

Habitat for Humanity Indonesia Bangun Ratusan Rumah Layak Huni dan Sanitasi di Gresik

Selain membangun rumah layak huni dan sanitasi, Habitat for Humanity Indonesia di Gresik juga memberikan pelatihan pengembangan ekonomi di masyarakat.

Habitat for Humanity Indonesia Bangun Ratusan Rumah Layak Huni dan Sanitasi di Gresik
SURYA.co.id/Willy Abraham
National Director Habitat for Humanity Indonesia, Susanto Samsudin, tampak sibuk memasang batu bata putih di rumah 2 di Dusun Wetan, Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Sabtu (29/6/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Habitat for Humanity Indonesia membangun ratusan rumah tidak layak huni Kabupaten Gresik. Kali ini sebanyak 11 rumah di Dusun Wetan, Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, dibangun langsung oleh para CEO perusahaan.

Dengan menggandeng ratusan para CEO dari perusahaan ternama. Kegiatan yang dinamakan CEO Build 2019 itu, menargetkan 640 pemukiman layak huni di Kota Pudak.

Saat ini sudah ada 164 rumah yang telah dibangun di Gresik. Kebanyakan para pemilik rumah bekerja sebagai petani dan kuli bangunan.

Managing Director of Amar Bank Indonesia dan Founder Tunaiku, Vishal Tulsian tampak tidak canggung memasang batu bata putih yang digunakan untuk tembok rumah nomor 4.

Sementara itu, Co Founder PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk, Edwin Soeryadjaya langsung membantu menata dan memasang besi untuk pondasi rumah warga di rumah nomor 9 bersama para relawan.

Sedangkan, National Director Habitat for Humanity Indonesia, Susanto Samsudin, tampak sibuk memasang batu bata putih di rumah 2.

Menurut, Susanto pembangunan rumah ini telah dikordinasikan langsung oleh komite yang terdiri dari kepala Desa dan Kecamatan sehingga tepat sasaran.

"Dari target 640 rumah sudah 164 yang sudah dikerjakan belum termasuk pembangunan rumah tersebut nantinya dikerjakan secara bertahap," ujarnya, Sabtu (29/06/2019).

Dalam membangun rumah layak itu. Standar desain rumahnya adalah dua kamar tidur, satu ruang keluarga, dan satu kamar mandi. Biaya untuk satu rumah pun disamaratakan antara Rp 35 hingga Rp 45 juta.

Habitat for Humanity Indonesia tidak hanya membangun rumah layak huni saja. Namun juga membangun sanitasi air bersih.

Sebab, warga Dusun Wetan, Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, masih sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

"Dari laporan yang kita terima banyak warga terkena diare, kita juga bangun sanitasi air bersih," jelasnya.

Sementara itu, Co-Founder PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Edwin Soeryadjaya mengungkapkan, Habitat for Humanity Indonesia terus berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui Habitat Indonesia dalam mewujudkan akses sanitasi dan rumah layak huni.

"Kami ingin melihat indonesia maju. Kemajuan itu dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang baik dimulai dari keluarga. Bagaimana bisa baik, kalau tempat tinggalnya tidak layak. Kami terharu ada rumah yang penghuninya tidak bisa tidur. Kalau hujan airnya masuk. Kita bergerak mengajak kawan untuk membantu," ungkapnya.

Kedepan, pihaknya berharap agar lebih banyak orang-orang mampu untuk ikut membantu masyarakat yang kurang mampu agar segera bisa tertolong.

Selain membangun rumah layak huni dan sanitasi, Habitat for Humanity Indonesia di Gresik juga memberikan pelatihan pengembangan ekonomi di masyarakat. Warga Desa Kesamben Kulon pada hari ini juga memamerkan produk makanan ringan berupa kacang.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved