Berita Surabaya

Di Surabaya Merokok Sangat Berbahaya, Para Perokok Siap-siap Bayar Denda Rp 250.000

Siap-siap bagi perokok yang sembarangan mengisap rokok di tempat umum dan tempat tertentu di Surabaya

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
Youtube
Ilustrasi bahaya merokok 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Siap-siap bagi perokok yang sembarangan mengisap rokok di tempat umum dan tempat tertentu. Jika kedapatan melakukan aktivitas merokok di tempat-tempat yang dilarang itu akan dikenakan denda sebesar Rp 250.000.

Sanksi administratif itu berlaku karena saat ini Kota Surabaya telah memiliki Perda 2/2019. Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ini mengatur tidak hanya merokok, tapi setiap aktivitas yang berkaitan dengan rokok dan tembakau diatur dalam Perda ini.

"Sudah ada persetujuan provinsi dan sudah kami jadikan Perda bersama DPRD. Tinggal menunggu Perwali untuk Juknis Perda ini. Termasuk berlaku denda Rp 250.000 bagi perokok yang melanggar," terang Kabag Hukum Pemkot Surabaya, Ira Tursilowati, Sabtu (29/6/2019).

Setiap orang dilarang merokok dan melakukan aktivitas yang terkait dengan rokok dan tembakau di tempat-tempat umum, tempat kerja dan kantor pemerintah.

Setiap kantor atau tempat kerja wajib menyediakan tempat khusus merokok. Namun smoking area itu harus di ruang terbuka tidak berada satu lokasi di tempat kerja.

Smoking area itu harus berhubungan langsung dengan udara luar sehingga udara dapat bersirkulasi dengan baik. Tempat merokok itu harus terpisah dari tempat utama atau aktivitas orang. 

Ira menyebut ada setidaknya tujuh kawasan yang wajib dilarang merokok. Ketujuh daerah KTR itu adalah:

1. Sarana kesehatan
2. Tempat proses belajar mengajar
3.  Arena kegiatan anak
4. Tempat ibadah
5. Angkutan umum
6. Tempat kerja (Kantor) 
7. Tempat umum (taman fasilitas publik lain) dan tempat lainnya.

Ira juga menyebutkan bahwa pihaknya saat ini juga tengah menyempurnakan draft Perwali KTR. Sebab, paling lambat 6 bulan setelah Perda diundangkan atau disahkan sudah harus dijalankan.

Perda KTR sebenarnya sudah diundangkan sejak awal Mei lalu. 

"Draft Perwali terkait KTR sudah ada tinggal nunggu diteken dan diberlakukan. Kami menargetkan paling cepat Agustus Perwali sudah diteken. Kemudian kami akan sosialisaikan Perda KTR tersebut," ujar Ira.

Saat ini Perda KTR sudah menunggu dijalankan. Pelaksanaan di lapangan harus ada Juknis terkait pemberlakuan Perda yang mengatur aktivitas merokok itu. Termasuk sistem denda bagi pelanggar. Juknis ini akan dituangkan dalam Perwali.

Selain dilarang merokok, setiap orang yang berada di KTR juga dilarang melakukan aktivitas merokok juga kegiatan lain yang terkait dengan rokok. Termasuk memproduksi rokok, menjual rokok, menyelenggarakan iklan rokok dan mempromosikan rokok.

Nantinya ada tim gabungan untuk penegakan Perda di lapangan. Satpol PP sebagai penegak Perda akan menindak para pelanggar. Termasuk insititusi yang tidak menyediakan smoking area di tempat terbuka. Juga pedagang dilarang berjualan rokok.

Atas larangan aktivitas berjualan rokok itu, sebelumnya mendapat penolakan dari para pedagang kios rokok. Mereka selama ini berjualan di kantin tempat kerja dan kantor jadi satu. 

Wakil Ketua Komisi D Junaedi menegaskan bahwa semua Warga Surabaya wajib menaati Perda KTR itu.

"Tinggal konsistensi dan komitmen Pemkot terhadap implementasi perda. Setiap pasal di Perda disetujui antara pansus DPRD dan Pemkot," kata Junaedi.

Dia berkeyakinan Perda KTR akan berjalan dengan baik. Karena perda KTR tidak melarang orang merokok akan tetapi mengatur orang merokok  pada tempatnya. Termasuk mengatur Kantor dan tempat kerja agar lebih sehat.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved