Tahun Ini Mas Murni Indonesia Masih Berharap Pada Pendapatan Hotel Tumbuh 10 Persen

PT Mas Murni Indonesia Tbk di tahun 2019 ini masih bertumpu pada pendapatan hotel Garden Palace Surabaya sebagai kontributor terbesar dari perseroan.

Tahun Ini Mas Murni Indonesia Masih Berharap Pada Pendapatan Hotel Tumbuh 10 Persen
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
(Dari kiri ke kanan) Direktur PT Mas Murni Indonesia Tbk, Djie Peterjanto Suharjono bersama Nazri Gallyot, Executive Assistant Manager dan Melanie Pattinama, Assistant Director of Sales, Hotel Garden Palace saat public expose di Surabaya, Jumat (28/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Mas Murni Indonesia Tbk di tahun 2019 ini masih bertumpu pada pendapatan hotel Garden Palace Surabaya sebagai kontributor terbesar dari perseroan.

Padahal, sejak 2018 lalu pengembangan usaha ke berbagai segmen telah dilakukan perseroan yang melantai di pasar bursa dengan kode MAMI tersebut. 

"Sejak tahun 2018, kami kembangkan usaha mulai dari properti berupa landed house di Gresik, katering, laundry dan lainnya, tahun ini kami kembangkan tambak udang, akusisi perusahaan properti gedung, perluas pasar katering, kembangkan kawasan wisata di Cisarua, dan lainnya," jelas Djie Peterjanto Suharjono, Direktur PT Mas Murni Indonesia Tbk, saat public expose di Surabaya, Jumat (28/6/2019).

Namun dari pengembangan usaha itu, mayoritas baru akan mulai operasional di tahun 2020. Sehingga perseroan masih berharap pada pendapatan dari hotel.

Kontribusi pendapatan dari hotel saat ini mencapai 50 persen dari seluruh pendapatan perseroan. Kemudian dari katering sekitar 30 persen dan dari usaha tambak udang.

"Karena tambak udang itu kami akusisi dari perusahaan lain dan sudah operasional. Ada 12 petak yang sudah menghasilkan dan sudah kami manfaatkan sebagai salah satu bahan baku di katering kami dan sudah memiliki pasar potensial pada ekspor," ungkap Peter.

Di tahun depan, tambak udang yang ada di kawasan Paiton, Probolinggo, itu akan dikembangkan menjadi 40 petak untuk peningkatan kedepan. Mengingat potensinya yang besar di pasar lokal maupun ekspor. Pasar lokal, selain masuk ke pasar industri katering atau horeka (hotel, restaurant dan kafe), juga masuk ke konsumsi rumah tangga.

Untuk kinerja triwulan I tahun 2019, Hotel Garden Palace diakui Peter masih mengalami penurunan dibanding tahun 2018. Diantaranya akibat dari kegiatan pemilu, dan Ramadan.

"Ramadan memang okupansi hotel selalu rendah. Dan itu terjadi di semester tahun 2019 ini. Tapi kami optimis semester II akan tumbuh positif," tambah Melanie Pattinama, Assistant Director of Sales Hotel Garden Palace Surabaya.

Apalagi saat ini, banyak kegiatan yang digelar di kota Surabaya yang potensial menarik tamu untuk menginap di hotel. Lokasi atau letak Hotel Garden Palace yang berada di tengah kota Surabaya, menjadi nilai lebih untuk menjadi pilihan tamu. Apalagi jumlah kamar di hotel tersebut tinggi.

"Seperti libur Lebaran lalu, okupansi kami sampai 100 persen untuk 360 kamar yang ada. Karena banyak orang datang ke Surabaya untuk liburan dengan jalan-jalan di mal yang ada disini dan juga adanya infrastruktur tol," ungkap Melanie.

Okupansi rata-rata Hotel Garden di tahun 2018 juga telah naik diatas 70 persen. Lebih baik dibanding tahun 2017 yang hanya di kisaran 67 persen. Selanjutnya di tahun 2019 ini, terutama di semester II, ditargetkan bisa meningkat rata-rata 10 persen menjadi sekitar 80 persen.

Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), kinerja perseroan pada tahun 2018 tercermin melalui pencapaian pendapatan sebesar Rp 120,7 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 7,20 persen dibanding pendapatan konsolidasi tahun 2017 yang sebesar Rp112,6 miliar.

Laba kotor perseroan meningkat 5,17 persen dari Rp2,6 miliar menjadi Rp 53 miliar dibandingkan laba kotor tahun 2017 sebesar Rp 50,4 miliar. Laba tahun berjalan perseroan turun 81,37 persen, dari sejumlah Rp17,1 miliar menjadi menjadi Rp3,9 miliar dan tahun 2017 Rp 21 miliar.

"Positifnya kinerja ini, kami harapkan bisa diteruskan di tahun 2020, dan kami targetkan bisa naik 10 persen," tandas Peter.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved