Sinkron Dengan Kebijakan Holding, Petrokimia Gresik Dongkrak Eskpor Pupuk

"Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia didorong untuk bersaing ke luar negeri dengan meningkatkan ekspor," kata Menu, Jumat (28/6/2019).

Sinkron Dengan Kebijakan Holding, Petrokimia Gresik Dongkrak Eskpor Pupuk
surabaya.tribunnews.com/sugiyono
Kegiatan muatan pupuk di pelabuhan khusus PT Petrokimia Gresik, Jumat (28/6/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - PT Petrokimia Gresik (PG) meningkatkan ekspor pupuk ke China

Direktur Pemasaran PG, Meinu Sadariyo menjelaskan bahwa kebijakan itu selaras dengan kebijakan holding PT Pupuk Indonesia (Persero) yang mendorong anak perusahaan untuk meningkatkan ekspor produksi pupuk.

"Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia didorong untuk bersaing ke luar negeri dengan meningkatkan ekspor," kata Menu, Jumat (28/6/2019).

Nilai ekspor pupuk produk PG terus meningkat dari tahun kemarin. Ekspor pupuk jenis Urea sebesar 157,3 ribu ton pada Semester I Tahun 2019.

"Ekspor sebanyak itu menjadi capaian tertinggi dalam sejarah PG mengekspor pupuk jenis Urea sejak tahun 2013," imbuhnya.

Meinu menambahkan bahwa PG dalam waktu enam bulan telah melakukan ekspor ke berbagai negara. Mulai dari India, Filipina, Sri Lanka dan China.

"Bulan Juni ini menyumbang catatan ekspor terbesar dengan total kuantum 70,1 ribu ton dalam tiga kali ekspor. Kemarin, Selasa 26 Juni 2019 ekspor pupuk Urea sebanyak 5 ribu ton ke Filipina," imbuhnya.

Sebelumnya, PG telah mengekspor 20 ribu ton Urea ke Sri Lanka pada Minggu (23/6/2019) dan pada tanggal 12 Juni 2019, PG berhasil mengekspor 45,1 ribu ton pupuk Urea menggunakan kapal MV. Tomini Dynasty ke India.

"Ini menjadi rekor terbesar PG sepanjang sejarah ekspor urea dalam sekali muat, imbuhnya.

Langkah ekspor ini merupakan salah satu upaya Petrokimia Gresik dalam mendukung pemerintah meningkatkan nilai ekspor nasional untuk mengurangi defisit neraca perdagangan.

"Sekaligus mewujudkan diri sebagai perusahaan yang dapat memberikan solusi bagi sektor agroindustri tidak hanya di dalam negeri namun juga di pasar internasional," katanya. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved