Citizen Reporter

Mahasiswa IKIP Budi Utomo Ajak Karang Taruna di Kab Malang Ciptakan Permainan Bahasa untuk Kaus

Penjelasan mengenai permainan bahasa menarik semangat peserta pelatihan karang Taruna Maatoon Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Mahasiswa IKIP Budi Utomo Ajak Karang Taruna di Kab Malang Ciptakan Permainan Bahasa untuk Kaus
foto: istimewa
Para peserta pelatihan yang merupakan anggota Karang Taruna Maatoon Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dalam sesi foto bersama mahasiswa IKIP Budi Utomo. 

Permainan bahasa atau yang akrab disebut dengan plesetan, dekat dengan anak muda. Permainan bahasa dilakukan dengan menggunakan bahasa yang tidak semestinya.

Kreativitas menciptakan permainan bahasa dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa formula, yaitu permainan angka dan huruf, permainan kata, permainan antar bahasa, malapropisme, slang, wacana indah, silap lidah, dan kreasi wacana.

Penjelasan mengenai permainan bahasa menarik semangat peserta pelatihan yang merupakan anggota karang Taruna Maatoon Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dua pekan lalu.

Peserta mengaku bersemangat mengikuti acara pelatihan karena sangat berguna untuk pengetahuan dan mengasah keterampilan menciptakan kata-kata yang menarik dan bernilai jual.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) itu merupakan sinergi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IKIP Budi Utomo Malang, Direktorat Riset Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti, serta masyarakat.

Secara teori, permainan bahasa dalam istilah ilmu linguistik merupakan bentuk penggunaan bahasa yang tidak semestinya.

Terjadi penyimpangan seperti penyimpangan fonologis, gramatikal, kekacauan hubungan bentuk dan makna, dan bermacam-macam pelanggaran yang bersifat pragmatis yang dimaksudkan untuk mencapai bermacam-macam tujuan, yaitu melucu, mengkritik, menasihati, melarang dan sebagainya.

Sebagai contoh penggunaan permainan bahasa dalam kaus Dagadu adalah kalimat yang diaplikasikan dalam kaus “Abdi Dalem, Keep Kalem Without Helem”.

Pada kalimat itu terdapat permainan bahasa, yaitu permainan wacana indah pada rima akhir.

Nantinya, Karang Taruna Maatoon akan memanfaatkan permainan bahasa menjadi produk usaha kaus sablon. Kaus sablon berbasis kreativitas menciptakan kata ini akan mendukung ekonomi kreatif.

Kreativitas menciptakan bahasa yang unik, lucu, dan menarik dapat dijadikan sebagai modal untuk membuka usaha berbasis ekonomi kreatif.

Sebut saja yang telah terkenal seperti brand Dagadu Jogja, Kaos Gurita, dan Yajugaya berhasil memanfaatkan kreativitas menciptakan kata-kata untuk usaha kaus.

Selain itu, Veldy, ketua karang taruna mengaku senang dengan kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anggota karang taruna terutama dari segi pengembangan SDM maupun peningkatan kesejahteraan nantinya. Apalagi kita juga diberikan pelatihan lain seperti pelatihan desain, pelatihan manajeman keuangan, dan pelatihan pemasaran digital,” katanya.

Kingkin Puput Kinanti
Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia
IKIP Budi Utomo Malang
kingkinkinanti13@yahoo.co.id

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved