Berita Pacitan

KLB Hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Penderita Disarankan untuk Beristirahat Total

Setelah gejala kuning hilang, harus istirahat total sebulan dan jangan bepergian meskipun tidak rawat inap

KLB Hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Penderita Disarankan untuk Beristirahat Total
pixabay
Ilustrasi 

SURYA.co.id | PACITAN - Kejadian Luar Biasa penderita Hepatitis A di Kabupaten Pacitan menjadi perhatian banyak pihak.

Upaya pencegahan dan penanganan juga telah dilakukan Dinas Kesehatan Jatim bersama Pemkab Pacitan.

Salah satu upaya mengurangi penyebaran penyakit dilakukan dengan mengimbau penderita Hepatitis A yang memasuki masa pemulihan untuk istirahat total selama sebulan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jatim, dr Setya Budiono mengungkapkan, bagi masyarakat yang sudah sakit, dimohon berobat ke puskesmas terdekat atau dokter.

"Setelah gejala kuning hilang, harus istirahat total sebulan dan jangan bepergian meskipun tidak rawat inap," lanjutnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Jumat (28/6/2019).

Selain itu, penerapan pola hidup bersih juga harus dilakukan seperti yang sehat.

Mulai mencuci tangan saat sebelum dan sesudah buang air besar dan kecil, sebelum dan sesudah memasak dan makan.

Serta bagi yang sehat sebelum dan sesudah merawat pasien dengan hepatitis A juga harus mencuci tangan.

"Kemudian makan makanan sehat dan matang, air juga harus dimasak lebih dahulu, dan selama KLB mohon tidak mengkonsumsi makanan mentah,"urainya.

Kalaupun terpaksa,lanjutnya, makanan mentah harus dicuci dengan baik.

Misal buah jambu karena tidak mungkin direbus, maka dicuci dengan sabun buah.

"Kami sudah melakukan penyelidikan epidemologi untuk mengetahui pola sebaran dan mekanisme penularannya yang terjadi. Sehingga bisa memutus rantai penyebaran dan tidak menyebar lebih luas," jelasnya.

Saat ini,dikatakannya, Pemkab Pacitan sudah menggerakkan seluruh fasilitas kesehatan untuk mendukung layanan tata laksana pengobatan.

Di puskesmas, petugas kesling sudah melakukan kaporitsasi, kemudian meningkatkan kemampuan masyarakat sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Perilaku ini menjadi pengobatan efektif untuk KLB," urainya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved