Berita Sidoarjo

Industri Tahu di Tropodo Pakai Bahan Bakar Sampah Impor, Dinkes Sidoarjo Lakukan Uji Laboratorium

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo temukan indikasi adanya polutan logam berat pada asap pembakaran di industri tahu Desa Tropodo

Industri Tahu di Tropodo Pakai Bahan Bakar Sampah Impor, Dinkes Sidoarjo Lakukan Uji Laboratorium
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Pembakaran tungku tahu yang menggunakan sampah impor 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

SURYA.co.id | SIDOARJO - Industri tahu di Desa Tropodo Krian, diketahui menggunakan sampah impor yang didominasi plastik untuk bahan bakar proses pembuatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo akan melakukan uji laboratorium.

Hal itu dilakukan untuk melihat kandungan tahu tersebut. Apakah terpapar zat yang berbahaya, mengingat

"Meski dirasa produk tahu aman dan layak konsumsi, kita tetap akan mengambil beberapa sampel. Untuk dilakukan pengujian supaya mengetahui apakah produk tahu nya terpapar polutan asap pembakaran atau tidak," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman, Jumat (28/6/2019).

Selain itu, pihaknya berencana juga akan menggelar Usaha Kesehatan Kerja (UKK) di wilayah tersebut.

"Kita berikan sosialisasi dan edukasi kesehatan terkait bahaya penggunaan sampah impor tersebut. Supaya masyarakat mengerti bahwa asap polutan yang dihasilkan beresiko bagi kesehatan," jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo temukan indikasi adanya polutan logam berat pada asap pembakaran di industri tahu Desa Tropodo, Krian, Sidoarjo.

Hal itu diungkapkan secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman, Jumat (28/6/2019).

Menurutnya, sampah impor yang didominasi plastik dan dijadikan sebagai bahan bakar pengolahan pembuatan tahu dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan.

"Saat tim melakukan pengecekan di lokasi pada hari Kamis (27/6/2019), memang terlihat asap yang keluar pada cerobong asap hitam pekat. Dan di sampah yang digunakan sebagai bahan bakar juga ditemukan ada aluminium foil," terangnya.

Meski begitu, pihaknya belum melakukan pemeriksaan secara mendalam terkait hal tersebut.

Tetapi Satriawarman mengatakan dampak pembakaran sampah plastik apalagi bila terdapat aluminium foil, maka asapnya mengandung CO 2, H2S, Dioksin dan Furan yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Selain itu, berdasarkan laporan dari Puskesmas Krian, Bidan Desa Tropodo dan Kades Tropodo diketahui penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) mendominasi desa tersebut.

"Oleh karena itu kita telah mengeluarkan beberapa rekomendasi. Diantaranya perlu pertemuan lintas sektor bersama dengan sekretaris desa untuk mencari pemecahan persoalan yang baik karena menyangkut hajat hidup banyak orang juga pengecekan udara di sekitar tempat produksi tahu dan kondisi kesehatan masyarakat Desa Tropodo, Krian," tandasnya.

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved