Kilas Balik

Gerebek Markas KKB Papua, Prajurit Kopassus ini Tersesat 18 Hari & Alami Hal Tak Masuk Akal

Seorang prajurit Kopassus pernah tersesat selama 18 hari saat menggerebek markas KKB Papua, bahkan sempat mengalami hal mistis atau tak masuk akal

Gerebek Markas KKB Papua, Prajurit Kopassus ini Tersesat 18 Hari & Alami Hal Tak Masuk Akal
Kolase NET dan Tribunnews
Ilustrasi 

SURYA.co.id - Seorang prajurit Kopassus pernah tersesat selama 18 hari di pedalaman Papua, bahkan sempat mengalami hal mistis atau tak masuk akal saat itu.

Dilansir dari buku 'Kopassus untuk Indonesia' karangan Iwan Santosa dan E.A Natanegara, hal ini terjadi saat sang prajurit baret merah itu melakukan misi penggerebekan markas kelompok kriminan bersenjata (KKB) Papua.

Saat itu memang tengah marak aksi KKB Papua yang didalangi pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Kelly Kwalik dan Thadeus Yogi.

Prajurit Kopassus itu bersama timnya diperintahkan untuk menggerebek markas KKB Papua yang berjarak enam hari jalan kaki dari pos Timika.

Bocah 10 Tahun Ini Dulu Lihat Ibunya Dibunuh, Kini Saksikan Bapaknya Ditangkap sebagai Pembunuh

Tradisi Jual Beli Istri Sah Pernah Diterapkan di Negara ini, Harganya Bervariasi & Tak Masuk Akal

Blasteran Asia-Eropa, Siapa Sangka Bocah Berwajah Bule ini Cucu Orang Nomor 1 di Indonesia, Siapa?

Respon Lulu Tobing Saat Dikabarkan Akan Nikah Lagi Seusai Cerai dari Cucu Soeharto, Minta Didoakan

Kelly Kwalik terbunuh dalam sebuah operasi penyergapan tahun 2009.
Kelly Kwalik terbunuh dalam sebuah operasi penyergapan tahun 2009. (GETTY IMAGES)

Tim berangkat ke lokasi pada bulan Oktober yang juga bertepatan dengan musim penghujan.

Saat hari kelima, mereka bertemu sungai dengan arus yang sangat deras dan memutuskan menyeberang dengan menggunakan tali.

Saat menyeberang tersebut ada prajurit yang berpangkat kopral masuk ke pusaran air dan hanyut.

Spontan sang komandan yang merupakan prajurit Kopassus itupun menyelam untuk menolongnya.

Namun sampai suatu titik, sungai itu malah berujung menjadi air terjun.

Sang komandan pun menepi di tengah hutan Papua yang berada di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved