Otomotif
Alasan Toyota Hybrid yang Diklaim lebih Irit BBM Dua Kali Lipat
C-HR Hybrid bermesin tipe 2ZR-FXE berkubikasi 1.798 cc dengan power 100 ps/6.400 rpm dan torsi 14,4/4.000 dikombinasikan motor listrik tenaga 36 ps.
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Dibekali dua tenaga penggerak menjadikan Toyota C-HR Hybrid hemat BBM. Dibandingkan mobil konvensional, C- HR diklaim bisa menghemat BBM hingga dua kali lipat.
C-HR Hybrid dibekali mesin tipe 2ZR-FXE berkubikasi 1.798 cc dengan power 100 ps/6.400 rpm dan torsi 14,4/4.000, dan dikombinasikan motor listrik yang memiliki tenaga 36 ps.
Dua motor penggerak ini akan bekerja bergantian, antara mesin dan motor listrik dengan sumber tenaga dari baterai.
“Pengisian baterai ini terjadi saat tiga momen, ketika mobil akselarasi, pengereman dan idle,” jelas Andreas Totok, kordinator service Auto 2000 Jawa Timur, Jumat (28/06/2019).
Secara bergantian kerja mesin akan digantikan dengan baterai yang tersimpan dibawah jok, karena itu mobil hybrid ini bisa lebih irit dalam pemakaian BBM.
Di Surabaya, Toyota Hybrid dibandrol seharga Rp 532 jutaan. Harga ini lebih mahal sekitar Rp 30 jutaan dari C-HR seri konvensional.
Iksir menambahkan Toyota melakukan elektrifikasi sejak beberapa tahun lalu melalui Prius pada 2009, setelah itu Camry Hybrid 2012, Alphard Hybrid di 2015, belum lagi melalui merek Lexus sehingga total lebih dari 10 model.
Selain itu permintaan hybrid di Indonesia juga terus mengalami peningkatan. “Tahun lalu di bawah 10 persen, sekarang permintaannya sudah mencapai 12 persen,” tambahnya.
Toyota sendiri kata Iksir adanya produk Toyota Hybrid ini selain mendapat tambahan dari sisi penjualan, juga image Toyota pelestarian lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/toyota-hybrid-juga-ramah-lingkungan.jpg)