Target Penjualan WAPO Naik 20 Persen Dengan Mendorong Penjualan Biji Kopi di Pasar Lokal

Direktur PT Wahana Pronatural Tbk mengatakan potensi biji kopi terutama di pasar lokal sangat besar dengan memanfaatkan jaringan bisnis perseroan.

Target Penjualan WAPO Naik 20 Persen Dengan Mendorong Penjualan Biji Kopi di Pasar Lokal
IST
Jajaran direksi PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) (dari kanan ke kiri), Iwan Setiawan (Direktur), Samin (Dirut) dan Indra Widydharma saat paparan publik hasil RUPSLB perseroan di Jakarta, Rabu (26/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Wahana Pronatural Tbk, perseroan yang dikenal memperdagangkan produk rumput laut, beras dan kedelai, tahun 2019 ini agresif mengembangkan penjualan produk kopi.

Penjualan produk kopi berupa biji kopi di pasar lokal diakui perseroan yang melantai dengan kode WAPO ini, sedang tumbuh positif dan prospektif dalam jangka panjang. 

Direktur PT Wahana Pronatural Tbk, Iwan Setiawan mengatakan potensi biji kopi terutama di pasar lokal sangat besar dengan memanfaatkan jaringan grup bisnis yang sudah dimiliki oleh perseroan.

“Penjualan kopi biji ini diharapkan akan menjadi komoditas utama, dimana penjualannya akan melampaui rumput laut dan komoditas lainnya,” kata Iwan usai paparan publik hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Menurut Iwan, sampai semester I 2019 ini penjualan kopi biji telah mencapai lebih dari 2.000 ton dengan harga Rp 22.500 per kilogram (kg). Tahun 2018 lalu, biji kopi baru menyumbang sebesar 0,77 persen terhadap total penjualan perseroan sebesar sebesar Rp 308,57 miliar. Penjualan rumput laut masih tercatat kontribusinya paling besar 80,81 persen, sedangkan gula konsumsi 11,05 persen.

”Namun dengan strategi perluasan pasar melalui jaringan yang kita miliki, kita optimis tahun ini kontribusi biji kopi akan meningkat dari tahun lalu,” jelas Iwan.

Perseroan mulai melakukan diversifikasi usaha dengan menjual komoditas biji kopi sejak 2017 lalu.

Memanfaatkan relasi yang bergerak di bidang industri minuman kopi, perseroan berupaya untuk mendapatkan pasar yang baik.

Dengan meningkatkan penjualan sektor biji kopi ini hingga akhir tahun 2019, WAPO mentargetkan pertumbuhan penjualan perseroan bisa tumbuh 20 persen dibanding tahun 2018.

Pola hidup masyarakat yang mulai berubah kearah modern serta usia remaja yang senang terhadap gaya hidup modern dan cenderung konsumtif membuka peluang usaha baru. Saat ini banyak usaha minuman seperti cafe yang banyak menjual minuman kopi sebagai menu utama merupakan peluang yang sangat baik.

“Oleh karena itu kami pun optimis penjualan kopi biji akan naik di tahun-tahun berikutnya,” ungkap Iwan.

Sementara terkait RUPSLB 2018 di Jakarta, WAPO mencatatkan transaksi konversi utang menjadi saham yang telah disetujui dalam RUPSLB itu akan memperbaiki rasio keuangan perseroan karena berdasarkan laporan keuangan perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2019 lalu dan telah diaudit, perseroan memiliki kewajiban melebihi 50 persen dari aset yang dimilikinya.

“Intinya, pasca transaksi konversi utang menjadi saham yang telah efektif setelah mendapat persetujuan dalam RUPLB hari ini, struktur permodalan perseroan akan berada dalam kondisi yang lebih kuat mengingat utang yang ditanggung menjadi lebih rendah, sehingga solvabilitas perseroan akan membaik pasca konversi utang,” jelas Iwan.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved