Siapa Sebenarnya Joanna Palani, Cewek Cantik yang Dihargai Rp 14 M & Diincar ISIS Jadi Budak Nafsu

Siapa sebenarnya Joanna Palani, cewek cantik yang dihargai Rp 14 miliar dan diincar kelompok ISIS untuk dijadikan budak pemuas nafsu?

Siapa Sebenarnya Joanna Palani, Cewek Cantik yang Dihargai Rp 14 M & Diincar ISIS Jadi Budak Nafsu
Daily Bhaskar
Siapa Sebenarnya Joanna Palani, Cewek Cantik yang Dihargai Rp 14 M & Diincar ISIS Jadi Budak Nafsu? 

Pulang ke Denmark Kembali ke Denmark, Joanna Palani, menghadapi kehidupan yang berbeda dengan saat sebelum dirinya ke Suriah.

Dia dipandang sebagai sosok yang berbahaya oleh masyarakat, bahkan orang-orang terdekatnya.

Meski dia mengaku sadar dengan konsekuensi dari pilihannya bergabung dalam perang melawan ISIS, namun dia tidak menyangka bakal diusir oleh keluarganya sendiri sebagai hasil dari ideologinya.

"Dulu dalam pemikiran saya tentang konsekuensi pilihan saya adalah kemungkinan saya akan ditangkap oleh ISIS," ujarnya.

"Saya tidak pernah percaya bahwa hasilnya, yang berdampak pada hidup saya, akan muncul dari orang-orang yang saya cintai," tambahnya.

Palani mengatakan, hal yang paling menyedihkan adalah bahwa ketakutan, bahaya, dan kebencian yang dirasakannya dari musuh-musuhnya di medan perang, tidak sebanding dengan rasa sakit yang dirasakannya ketika komunitasnya sendiri meninggalkannya.

Kembali ke Denmark terbukti lebih sulit dari yang semula dipikirkannya, terutama karena masalah keuangan dan sosial, termasuk saat pemerintah Denmark menjatuhkan hukuman sembilan bulan penjara.

Tanpa uang, tempat tinggal, maupun lingkungan sosial yang tersedia baginya, Joanna merasakan pemerintah yang seharusnya menfasilitasi pejuang yang kembali, menjadikan segala sesuatunya menjadi lebih sulit.

"Saya tidak pernah memiliki seseorang yang hadir di persidangan untuk mendampingi saya."

"Negara yang sama di mana saya rela mempertaruhkan hidup, kini ingin merenggut kebebasan saya. Sampai saat ini, saya praktis tidak memiliki apa-apa," ujarnya.

Harapan dari Memoar

Sementara banyak pejuang maupun ekstremis yang kembali dari perang mendapat dukungan mentor dan konseling psikologis untuk transisi kembali ke masyarakat, Palani merasa dirinya tersisih.

"Yang lain sudah diurus sedangkan saya dihukum. Saya tidak berjuang untuk iman atau bangsa saya sendiri, tetapi juga dunia luar yang terancam oleh keberadaan ISIS."

"Saya tidak menyangkal keputusan itu dibuat sepenuhnya oleh diri saya sendiri.. Saya harus berpegang teguh dan menjaga kepala saya tetap tegak," kata Palani.

Sementara Palani berusaha untuk menjalani persoalan hukumnya, dia merasakan apa yang dia sebut sebagai "pengkhianatan besar".

Memoarnya yang berjudul "Freedom Fighter: My War Against ISIS on the Frontlines of Syria", yang ditulisnya saat malam-malam yang penuh tekanan dan tanpa tidur, memberinya harapan.

Cara Khusus Kopassus Tangkal Ilmu Gaib Musuh Saat Misi, 3 Pendekar Sakti Asal Banten Diturunkan

Keputusan Tak Terduga Cucu Soeharto Bikin Mbak Tutut Terharu, Tak Mau Manfaatkan Jabatan Sang Kakek

Jaksa Beberkan Pengalaman Mistis Saat Menangani Kasus Mutilasi di Kota Malang

Hubungan Badan Maraton 48 Jam Bikin Pengantin Wanita Tewas, ini Waktu Ideal Bercinta Menurut Medis

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?", 

Penulis : Agni Vidya Perdana

Editor : Agni Vidya Perdana
Sumber: All Thats Interesting

Editor: Tri Mulyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved