Pilwali Surabaya 2020

Muncul 3 Nama Perempuan yang Berpotensi Gantikan Risma dan Ramaikan Bursa Pilwali Surabaya 2020

Puti Soekarno, Indah Kurnia, dan Reni Astuti, punya potensi besar maju dalam Pilwali Surabaya 2020

Muncul 3 Nama Perempuan yang Berpotensi Gantikan Risma dan Ramaikan Bursa Pilwali Surabaya 2020
surya/dok
Anggota DPRD Kota Surabaya (PKS) Reni Astuti (kiri), Anggota DPR RI dari Dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo (PDIP) Indah Kurnia, politisi PDIP Puti Guntur Soekarno, calon perempuan yang berpotensi kuat di Pilwali Surabaya 2020 

SURYA.co.id | SURABAYA - Koordinator Penelitian Pusat Kajian Komunikasi (Puskakom) Surabaya, Suko Widodo, mengungkapkan ada tiga nama perempuan yang mempunyai potensi besar maju dalam Pilwali Surabaya 2020. Tiga nama tersebut adalah politisi PDIP Puti Guntur Soekarno, lalu Anggota DPR RI dari Dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo (PDIP) Indah Kurnia, dan Anggota DPRD Kota Surabaya (PKS) Reni Astuti

"Ketiga nama ini kalau saya analisis dari sisi media mempunyai kuantitas yang cukup besar," ucap Suko Widodo, Kamis (27/6/2019).

Suko melanjutkan, dua nama pertama yaitu Puti dan Indah Kurnia secara organisasional mempunyai kekuatan yang cukup besar mengingat keduanya kader dari PDIP dimana pada Pileg 2019 mendapatkan kursi terbanyak yaitu 15 kursi.

"PDIP pastilah punya mesin politik yang kuat. Karena itu kandidat dari PDIP punya peluang signifikan. Tetapi relasi sosial dua kandidat PDIP kurang intensif. Karena lebih beraktivitas di Jakarta," kata Suko.

Berbeda dengan Reni, yang menurut Suko mempunyai relasi sosial yang cukup bagus dan basis sosial yang solid.

Namun, yang menjadi masalah adalah PKS tidak mempunyai cukup kursi untuk mencalonkan kadernya di Kota Surabaya karena dalam Pileg 2019 hanya mendapatkan 5 kursi.

Sedangkan syarat minimal untuk mengusung pasangan calon wali.kota dan wakil wali kota harus mempunyai minimal 10 kursi.

"Tentu partainya harus koalisi dengan partai lain. Tidak sebesar PDIP yang bisa maju sendiri. Tetapi Reni punya relasi sosial yang kental karena tingkat interaksinya dengan warga cukup intensif," ucapnya.

Jika melihat koalisi yang selama ini terbangun, menurut Suko, koalisi yang paling mungkin terbentuk adalah dengan Gerindra.

Gerindra yang juga mendapatkan lima kursi juga akan menggenapi jumlah kursi minimal untuk mengusung Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved