Mufti Anam Minta BPC Hipmi Surabaya Perlluas Jejaring Untuk Tingkatkan Pengusaha Muda

"Surabaya akan jadi semakin hebat jika Hipmi jadi bagian dari kota Surabaya. Dan itu pasti bisa. Hipmi bisa ubah Surabaya menjadi lebih smart lagi.

Mufti Anam Minta BPC Hipmi Surabaya Perlluas Jejaring Untuk Tingkatkan Pengusaha Muda
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Ketua Umum BPC Hipmi Surabaya, Muhammad Luthfy (paling kiri) bersama Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi (kedua dari kiri), Ketua Umum Kadin Jatim, Mufti Anam (empat dari kiri) saat pelatikan Ketum dan pengurus BPC Hipmi Surabaya, Kamis (27/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Muhammad Luthfy, Ketua Umum dan pengurus Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi) Kota Surabaya yang terpilih periode 2019 -2022 resmi dilantik Kamis (26/6/2019) di Shangri-La Surabaya.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Hipmi Jawa Timur Mufti Aman, dengan dihadiri banyak pihak. Diantaranya Koordinator Hipmi wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Ali Affandi, Ketua Umum Kadin Surabaya Jamhadi dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Pemerintah Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Saat memberikan sambutan, Mufti Anam mengatakan, agar pengusaha di Surabaya senantiasa berjejaring dengan seluruh stakeholder dna juga dengan sesama pengusaha yang ada di Hipmi.

"Karena hanya dengan berjejaring, akan bisa menemukan kemanfaatan dalam berorganisasi. Saya ingatkan kepada teman-teman bahwa penting untuk berjejaring. Agar bisa mendapatkan kemanfaatan, harus aktif di dalam Hipmi agar bisa berjejaring dengan teman-teman di Hipmi juga," ungkap Anam.

Apalagi Hipmi Cabang Surabaya adalah organisasi pengusaha yang bergengsi di antara Hipmi Cabang lainnya. Karena Surabaya adalah kota yang sangat penting yang kontribusinya cukup besar terhadap perekonomian Jatim.

"PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) kota Surabaya di atas rerata Jatim dengan nominal hampir Rp 500 triliun. Kontribusinya 25 persen lebih terhadap PDRB Jatim. Sehingga, ketika PDRB Surabaya turun, maka pasti akan menggoyahkan PDRB Jatim," ungkap Anam.

Untuk itu, perlu campur tangan Hipmi Surabaya dalam memupuk dan menumbuhkan wirausaha muda. Spirit kewirausahaan perlu terus digelorakan di kota Surabaya. Hal ini menjadi keniscayaan agar ekonomi Surabaya bisa terus terjaga dan semakin baik.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi mengatakan, dalam setiap hari, ada uang sekitar Rp 2 triliun yang berputar di Surabaya.

"Jika Hipmi Surabaya bisa mengambil porsi 25 persennya saja, maka artinya ada sekitar Rp 500 miliar uang yang bisa diputarkan oleh anggota Hipmi Surabaya dalam setiap hari. Beberapa peluang bisa didapatkan melalui sinergi, dengan Pemkot Surabaya misalnya. Mereka bisa bertanya apa saja program yang bisa dikerjasamakan sehingga Hipmi bisa ambil bagian," ungkap Jamhadi.

Sehingga komitmen Hipmi Surabaya untuk membantu pemerintah kota atasi pengangguran dan kemiskinan hingga pelosok daerah bisa terealisasi.

Sementara itu, Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi menantang Hipmi Surabaya untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan kota Surabaya, salah satunya dengan meningkatkan kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Surabaya akan jadi semakin hebat jika Hipmi jadi bagian dari kota Surabaya. Dan itu pasti bisa. Hipmi bisa ubah Surabaya menjadi lebih smart lagi. Surabaya ada UMKM, ada kawasan Dolly, ada kawasan lainnya. Ini akan berkembang hebat ketika Hipmi menjadi bagian di sana," ungkap Eri.

Menanggapi keinginan dari seluruh stakeholder tersebut, Ketua Umum BPC Hipmi Kota Surabaya Muhammad Lutfly menegaskan siap berjuang dan akan berusaha berkiprah lebih baik lagi di masa kepengurusannya.

"Saya berharap Hipmi Surabaya di kepengurusan saya tiga tahun kedepan akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya dan bisa menekan tingkat pengangguran di kota Surabaya. Saya sudah siapkan tim berdasarkan seleksi, mereka bagian dari panglima perang yang akan bergerak bersama untuk menekan angka pengangguran di kota Surabaya dan lebih meningkatkan kewirausahaan di Surabaya," jelas Lutfhi.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved