Lapor Cak

Masih Ada Sampah Berserakan meski Ada Papan Larangan di Jalan Pakis Surabaya

Berkantong-kantong kresek berisi limbah rumah tangga tampak menumpuk di sisi Jalan Pakis, Kamis (27/6/2019).

Masih Ada Sampah Berserakan meski Ada Papan Larangan di Jalan Pakis Surabaya
SURYAOnline/Habibur Rohman
DI BAWAH LARANGAN - Pengendara melintasi sampah di pinggir Jl Pakis Surabaya, Kamis (27/6/2019). Pada waktu tertentu, sampah yang berada tepat dibawah tanda larangan ini menumpuk lebih banyak. 

Surya.co.id | SURABAYA - Berkantong-kantong kresek berisi limbah rumah tangga tampak menumpuk di sisi Jalan Pakis, Kamis (27/6/2019).

Ada bungkus mi instan, tempat telur, sisa makanan, dan limbah rumah tangga lainnya.

Meskipun telah ada papan larangan membuang sampah di sana, namun tetap ada warga dan pengguna jalan yang seenaknya membuang sampah di jalan yang dekat dengan Pasar Pakis tersebut.

Yati, salah satu warga Pakis, menuturkan bahwa setiap hari memang selalu ada sampah yang menumpuk di sana.

"Memang sudah ada papan larangan, tapi masih ada saja yang buang sampah di sana. Mungkin karena memang tidak ada tempat pembuangan yang dirasa dekat dengan rumah mereka," tutur ibu 2 anak ini.

Tak hanya di pinggir jalan, para warga juga terkadang membuang sampah di sungai yang ada di sana.

"Beberapa warga di sini sepertinya memang kurang sadar kebersihan," pungkasnya.

Sementara itu salah satu pengendara roda dua yang melintas, Firnanda, juga menanggapi hal tersebut.

"Kalau lewat sini memang selalu baunya nggak enak. Entah karena memang dekat pasar, dekat sungai, atau karena di sisi jalan ada sampah yang menumpuk," tutur Firnanda.

Hal ini membuat ia tak terlalu nyaman melintasi jalan tersebut.

"Jalannya kan udah sempit, ketambahan sampah yang menumpuk. Kesannya jadi benar-benar nggak nyaman. Apalagi kalau hujan dan becek, baunya bisa sangat menganggu," jelas Firanda.

Ia pun berharap warga sekitar dan pengendara jalan yang biasanya membuang sampah sembarangan untuk segera bertindak bijak.

"Kalau ada apa-apa yang disalahkan pemerintah, padahal kita sendiri juga salah. Ada baiknya kita semua menjaga lingkungan agar tetap asri dan bersih. Toh, kita sendiri yang nyaman nantinya," pungkas Firanda.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved