Breaking News:

Kisah 3 YouTuber Surabaya yang Berhasil Monetisasi Channel YouTube Mereka Hingga Puluhan Juta/Bulan

Lukman Rozak, Youtuber lokal dari Kota Surabaya mengumpulkan pundi-pundi dolar melalui monetisasi Google Adsense Channel YouTube miliknya, EMBUN TV.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: irwan sy
istimewa
Lukman Rozak (tengah), YouTuber lokal dari Kota Surabaya 

Bagaimana caranya membuat channel kita lebih menarik dari yang lainnya.

Enak dipandang dan punya karakter dan itu ada caranya.

Pertama konten harus dikemas semenarik mungkin.

Karena jika sudah menarik maka subscribe tidak akan mengklik like dan komentar.

Kedua, tetap konsisten dengan channel yang dibuat.

Misalnya, channel tentang traveling, otomotif, politik dan sebagainya harus tetap harus upload tentang satu tema.

Pasalnya, tidak bisa upload video dengan tema yang berbeda-beda.

Karena subscribe mau mengklik itu karena ingin mengetahui perkembangan konten video sesuai satu tema, informasi seperti itu.

"Kalau konten Youtube gado-gado itu justru malah sulit berkembang jadi harus konsisten dengan satu konteks tema. Boleh-boleh saja mengupload video diluar namun alangkah baiknya jika tetap konsistensi dengan satu tema. Kalau ingin konten Youtube kita berkembang istiqomah tetap konsistensi dengan satu tema,"

Tanggapannya mengenai adanya Youtuber dengan jumlah 20 ribu subscribe sebagai
syarat penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi di Surabaya merupakan suatu terobosan yang baik untuk dunia pendidikan.

Karena mungkin mereka tidak serta merta menerima mahasiswa baru yang baru 'menetas' artinya ada keinginan dari universitas melek teknologi bahwa Youtuber juga diperhitungkan.

Jadi wajar saja kalau mereka memberikan peluang jalur prestasi terhadap Youtuber 20 ribu subscribe.

"Menjanjikan era digital itu mau tidak mau Prospeknya baik," imbuhnya.

Pemerintah secara tidak langsung diuntungkan dengan adanya Youtube.

Karena saat ini banyak masyarakat memanfaatkan Youtube untuk mendapatkan dolar.

Justru ini merupakan lapangan pekerjaan yang bisa memberikan penghasilan.

"Karena penghasilan dari Youtube bisa Jadi begitu besar daripada pekerjaan utamanya," pungkasnya.

Jangan Putus Asa

Sementara itu, Rojab, Youtuber pemula Surabaya, merasa kesulitan saat monetisasi.

Setidaknya sudah berkali-kali ia gagal sekitar 15 kali saat monetisasi.

Adapun syarat monetisasi adalah minimal 1.000 subscribe dan 4.000 jam tayang.

Meski sempat putus asa akhirnya Channel ndelok tv miliknya akhirnya dimonetisasi oleh pihak Youtube.

"Mungkin Youtube sangat selektif terkait konten untuk syarat monetize memang butuh perjuangan dan konsistensi," ujarnya.

Butuh Perjuangan

Sedangkan, Masrul salah satu Youtuber pemula asal Kota Surabaya optimistis Channel Youtube Niki Sae miliknya bisa berkembang karena konsisten menyajikan satu tema.

"Saat ini ia lebih fokus mengembangkan channel yang berisikan konten politik karena paling banyak video yang ditonton adalah mengenai isu dan perkembangan politik," jelasnya.

Ditambahkannya, melalui perjuangannya itu channel Youtube miliknya sudah dimonetisasi oleh Youtube.

Saat ini ia sudah memperoleh dolar hasil dari monetize tersebut hingga melalui Google Adsense.

"Satu bulan sekitar 300 dolar semoga itu bisa bertambah," tandas Masrul.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved