Sengketa Hasil Pilpres 2019

Kemenangan Prabowo-Sandi Berdasar Formulir C1 Versi 02 Ditolak, Ini Penjelasan Mahkamah Konstitusi

Hasil sidang MK ( Mahkamah Konstitusi) perihal sengketa hasil Pilpres 2019 telah usai.

Kemenangan Prabowo-Sandi Berdasar Formulir C1 Versi 02 Ditolak, Ini Penjelasan Mahkamah Konstitusi
Kolase Kompas.com
Kemenangan Prabowo-Sandi Berdasar Formulir C1 Versi 02 Ditolak, Ini Penjelasan Mahkamah Konstitusi 

SURYA.co.id | JAKARTA - Hasil sidang MK ( Mahkamah Konstitusi) perihal sengketa hasil Pilpres 2019 telah usai. 

Dari dalil-dalil gugatan yang diajukan oleh Tim Prabowo-Sandi, ternyata hasil sidang MK para hakim menyebutkan banyak dalil yang ditolak.

Setelah 4 dalil ditolak hakim MK, kini ada dalil klaim kemenangan Prabowo-Subianto versi hasil penghitungan tim 02 juga ditolak.

Mengapa Hakim MK menolah dalil tersebut? 

Berikut penjelasan hakim di sela membacakan pertimbangan putusan dalam sidang MK terkait gugatan sengketa hasil Pilpres 2019

SURYA.co.id mengutip dari Kompas.com, MK menolak hasil penghitungan suara pilpres 2019 versi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Hakim MK dalam sidang pembacaan putusan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

4 Dalil Gugatan Prabowo-Sandi Ditolak Hakim MK, Akankah Jokowi-Maruf Menang Telak?

Paslon 02 itu sebelumnya mengklaim ada perbedaan perolehan suara versi hitungan mereka dengan versi Komisi Pemilihan Umum.

KPU menetapkan pasangan Jokowi-Maruf berhasil meraih sekitar 85,6 juta suara (55,5 persen) suara, sementara Prabowo-Sandi hanya meraup sekitar 68,65 juta suara (44,5 persen).

Sementara Prabowo-Sandi meminta MK menetapkan hasil pemilihan presiden sesuai versi perhitungan mereka, yaitu Jokowi-Maruf mendapat 63,57 juta (48 persen) dan pasangan Prabowo-Sandiaga 68,65 juta suara (52 persen).

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved