Guru Honorer Dipecat Seusai Bongkar Pungli di Sekolahnya, Laptop & Hp Diretas Saat Analisa Data BOS

Seorang guru honorer di Tangerang Selatan dipecat seusai mencoba membongkar praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh sekolahnya

Guru Honorer Dipecat Seusai Bongkar Pungli di Sekolahnya, Laptop & Hp Diretas Saat Analisa Data BOS
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Guru honorer di Tangerang Selatan, Rumini (44) menunjukkan surat pemecatan di kediamannya, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019). 

SURYA.co.id - Seorang Guru Honorer di Tangerang Selatan dipecat seusai mencoba membongkar praktik pungutan liar ( pungli) yang dilakukan oleh sekolah tempatnya bekerja.

Dilansir dari Wartakota dalam artikel 'Begini Akhir Guru Honorer di Tangerang Selatan yang Mencoba Bongkar Praktik Pungli di Sekolahnya', pemecatan guru honorer bernama Rumini (44) itu berawal saat ia mengambil data bantuan operasional sekolah ( BOS) dan bantuan operasional sekolah daerah ( Bosda).

Pemecatan Rumini dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan dilakukan dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1440 H lalu, yakni tanggal 3 Juli 2019.

Detik-detik Nenek 72 Tahun Terseret 20 Meter Saat Kejar Motor Penipu, Endingnya Si Pelaku Tewas

Nasib Petugas Kebersihan Cantik yang Pernah Viral di Medsos Kini Masuk Rumah Sakit, ini Kondisinya

Hubungan Badan Maraton 48 Jam Bikin Pengantin Wanita Tewas, ini Waktu Ideal Bercinta Menurut Medis

Saat itu Rumini akan pergi salat tarawih, namun dua orang pegawai SDN 02 Pondok Pucung mendatangi kediamannya dan memberikan surat pemutusan hubungan kerja itu.

Rumini juga bercerita, sekitar Oktober 2018, dirinya sempat mengambil data BOS dan BOSDa dari komputer sekolah untuk menganalisa anggaran yang didapat sekolah.

Dari data yang ditunjukkan, terdapat anggaran untuk keperluan buku sekolah bagi para siswa.

Terdapat juga kejanggalan yang ditemukan Rumini ketika memiliki draft dana BOS dan BOSda itu.

"Jadi dana BOS dan dana BOSDa itu tumpang tindih itu tidak boleh, dalam aturannya tidak boleh tumpang tindih. Jadi misalnya pembelian buku dimasukin ke BOS dan BOSDa harusnya tidak boleh, harusnya salah satunya," ujarnya saat ditemui Warta Kota di kediamannya, Rabu (26/6/2019).

"Emang draft saya glondongan ya bukan draft resminya. Takutnya kalau glondongan mereka merekayasa lagi, itu aja susah ngambilnya," imbuhnya.

Hal janggal lainnya juga terjadi pada Hp serta laptop yang dimiliki Rumini setelah memindahkan data BOS dan BOSDa.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved