Bank Mandiri Targetkan 52.000 Pemegang Kartu Kredit Baru di Jatim

Bank Mandiri Regional VIII/Jawa 3 Surabaya tahun 2019 ini menargetkan jumlah pemegang kartu kredit baru Mandiri sebanyak 52.000

Bank Mandiri Targetkan 52.000 Pemegang Kartu Kredit Baru di Jatim
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
R Erwan Djoko Hermawan, CEO Regional VIII/Jawa 3 Surabaya (paling kiri) saat mengambil kupon undian Rejeki Nomplok yang digelar di Plaza Surabaya bersama Bank Mandiri, Kamis (27/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bank Mandiri Regional VIII/Jawa 3 Surabaya tahun 2019 ini menargetkan jumlah pemegang kartu kredit baru Mandiri sebanyak 52.000. Jumlah itu dibandingkan dengan potensi nasabah Bank Mandiri dan jumlah warga di Jawa Timur masih cukup kecil.

Sementara hingga saat ini Bank Mandiri telah menerbitkan 517.542 kartu kredit di wilayah Jawa Timur dengan total limit kredit Rp 5,3 triliun.

R Erwan Djoko Hermawan, CEO Regional VIII/Jawa 3 Surabaya, mengatakan, pihaknya cukup optimis target tersebut bisa tercapai.

"Apalagi saat ini penggunaan kartu kredit atau consumer card, ada dua. Pertama nasabah menggunakan kartu kredit karena dana tidak tercukupi sehingga berbunga, dan kedua, nasabah yang menggunakan kartu kredit untuk langsung dilunasi sebelum kena bunga saat jatuh tempo," jelas Erwan, di sela kegiatan pengundian Rezeki Nomplok Plaza Surabaya, Kamis (27/7/2019).

Untuk yang kedua itu ada diantaranya yang merupakan pengusaha perorangan untuk belanja kebutuhan usahanya. Kemudian langsung dibayarkan di bulan berikutnya tanpa kena bunga atau sebelum jatuh tempo. Nah, langkah itu membuat mereka masih mendapatkan manfaat yang positif.

"Sedangkan pemanfaatnya secara personal, saat ini juga sudah mengalami peningkatan. Bila dulu belanja dengan kartu kredit untuk mendapatkan manfaat diskon horeka (hotel restauran dan kafe) saja, saat ini meningkat dengan bertambah seperti belanja di e-commerce," jelas Erwan.

Saat ini penggunaan kartu kredit untuk belanja di e-commerce terus mengalami peningkatan. Dan kontribusinya sekitar 30 persen. Namun hal itu tidak mengurangi pembayaran untuk belanja kuliner maupun retail. Meski Erwan menyebut, pembayaran retail seperti di mal, hanya stagnan, karena mulai bergesernya belanja konvensional berganti dengan belanja online.

Terkait upaya untuk meningkatkan penetrasi kartu kredit, hal ini juga untuk menyambut kegiatan yang akan digelar Apkrindo (Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restaurant Indonesia) Jatim di bulan November.

"Kami dengan Apkrindo akan ada kegiatan kuliner yang pastinya akan menggunakan kartu kredit, dan penetrasi itu kami geber untuk bisa memberi manfaat pemegang kartu di event itu," ungkap Erwan.

Selain itu, pihaknya juga melakukan peningkatan jumlah EDC (Electronic Data Capture) mandiri di berbagai merchant. Bahkan memberikan fee bagi merchant yang menggunakan EDC mandiri dari kartu yang dikeluarkan oleh bank lain.

"Dan untuk menarik lebih banyak nasabah, dengan menggandeng mal dan toko retail lainnya, ada apreasi untuk konsumen yang menggunakan kartu mandiri seperti pengundian hadiah bagi konsumen di Plaza Surabaya ini," tandas Erwan.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved