Berita Probolinggo

Nelayan Probolinggo Kompak Tolak Kerusuhan Jelang Putusan MK terkait Sidang Sengketa Pilpres 2019

Ratusan nelayan di Kota Probolinggo ramai - ramai mendeklarasikan tolak kerusuhan.

Nelayan Probolinggo Kompak Tolak Kerusuhan Jelang Putusan MK terkait Sidang Sengketa Pilpres 2019
surya.co.id/galih lintartika
Ratusan nelayan di Kota Probolinggo ramai - ramai mendeklarasikan tolak kerusuhan jelang keputusan MK terkait sengketa hasil Pilpres 2019. 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Ratusan nelayan di Kota Probolinggo ramai - ramai mendeklarasikan tolak kerusuhan menyambut hasil sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Selasa (25/6/2019).

Dalam deklarasi ini, nelayan Kota Probolinggo menolak segala bentuk aksi yang bisa mengganggu apapun hasil keputusan hakim MK terkait sengketa Pilpres yang sudah berjalan sejak awal bulan kemarin.

Rencananya, MK akan memutuskan hasil sidang sengketa ini, Kamis (27/6/2019) mendatang. Hasil ini diumumkan lebih awal, alias maju sehari dari rencana awal pada Jumat mendatang.

Deklarasi ini dilaksanakan di tengah lautan. Ini merupakan bentuk dukungan dari pesisir pantura kawasan Kota Probolinggo terhadap proses demokrasi yang sudah berjalan selama ini.

Para nelayan berkumpul di pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo dengan membawa sepanduk tentang penolakan aksi kerusuhan menjelang putusan MK.

Koordinator nelayan Zainul Fathoni mengatakan, para nelayan kompak akan damai menjelang putusan MK. Ia menyadari bahwa nelayan di sini memiliki pilihan berbeda dalam Pilpres kemarin.

Akan tetapi, ia dan teman nelayan lainnya sepakat untuk tidak melakukan aksi yang bisa berujung pada aksi anarkis seperti pada 21-22 Mei kemarin di Jakarta.

"Pemilu sudah selesai tidak perlu dipersoalkan kembali, apalagi sampai terjadi kerusuhan," katanya.

Selain itu, Fatoni juga meminta kepada para nelayan untuk tidak terprovokasi atas semua isu pemilu yang berkembang saat ini.

Para nelayan meminta masyarakat untuk menghormati semua keputusan sengketa pilpres di Mahkamah Konsitusi (MK) yang akan di putus 27 Juni besok.

"Jadi semua proses politik kita serahkan kepada MK, apapun hasilnya," jelasnya.

Fatoni juga berharap, nelayan tidak ikut soal sengekata pilpres. Bahkan dia sepakat, bersama nelayan lainnya untuk tetap bekerja sesuai dengan kesehariannya.

"Kalau nelayan tetap semangat untuk bekerja demi memperjuangkan kehidupan keluarganya. Kalau masalah pemilu siapapun presidennya kami tetap akan mengikuti hasil keputusan MK," tegasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved