Berita Madiun

Ini Alasan Warga Kabupaten Madiun Ramai-ramai Buang Pampers ke Sungai

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, dalam setiap kesempatan selalu mengkampanyekan "Anti Sampah Plastik".

Ini Alasan Warga Kabupaten Madiun Ramai-ramai Buang Pampers ke Sungai
SURYAOnline/rahadian bagus
Bupati Madiun, Kaji Mbing, pada saat acara Bhakti Sosial Terpadu, di Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Selasa (24/6/2019). 

SURYA.co.id | MADIUN - Sampah dan plastik kini telah menjadi permasalahan serta ancaman global. Keduanya menyebabkan kerusakan lingkungan yang berujung terjadinya bencana dan wabah penyakit.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, dalam setiap kesempatan selalu mengkampanyekan "Anti Sampah Plastik". Ia mengatakan, kesadaran masyakat Kabupaten Madiun akan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah dan plastik masih kurang.

Bahkan, masih ada beberapa masyarakat yang percaya dengan mitos. Sebagian masyarakat masih percaya bahwa pampers tidak boleh dibakar.

Karena takut dengan mitos tersebut, masyarakat membuang pampers atau popok bayi itu ke sungai. Padahal, pampers merupakan sampah yang sulit terurai.

"Masih banyak masyarakat kita yang masih membuang sampah pampers ke sungai karena takut mitos, kalau pempres tidak boleh dibakar. Itu yang membuat sungai tercemar, dan apabila termakan ikan, ikan tersebut teracuni oleh pempres tersebut," kata Kaji Mbing,  Rabu (26/6/2019) siang.

Padahal, kata bupati yang akrab disaap Kaji Mbing ini, ada ribuan bayi berusia 0 hingga 3 tahun. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan kampanye agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved