Berita Bisnis

Atasi Defisit Ekspor, Seperti Ini Saran GPEI untuk Pemprov Jatim

Kondisi Jatim akan tetap bertahan karena dominasi industri yang dikuasai manufaktur sekitar 70 persen masih bergerak positif.

Atasi Defisit Ekspor, Seperti Ini Saran GPEI untuk Pemprov Jatim
surya.co.id/sri handi lestarie
Isdarmawan Asrikan (peci hitam), Ketua GPEI Jatim bersama enam ketua asosiasi uang terkait dengan kepelabuhan saat kegiatan halal bihalal di Surabaya, Selasa (25/6/2019) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor-Impor (GPEI) Jatim, Isdarmawan Asrikan, mengusulkan kepada pemerintah setempat untuk membentuk "task force" atau satuan tugas yang terdiri berbagai pemegang kebijakan wilayah itu dalam mengatasi defisitnya ekspor pada beberapa bulan terakhir.

"Usulan kami, perlu dibentuk task force dan duduk bersama antara pemerintahan dan dinas terkait untuk mengadakan inventarisasi berbagai hambatan dan bagaimana solusinya, serta pengembangan pasarnya," kata Isdarmawan, disela kegiatan halal bihalal enam asosiasi pengusaha di Surabaya, Rabu (25/6/2019) malam.

Dengan dibentuknya satuan tugas diharapkan industri di Jatim terus bergerak posifit, dan pada semester II/2019 akan kembali baik.

Diakui Isdarmawan, di tengah permasalahan pasar global, kondisi Jatim akan tetap bertahan karena dominasi industri yang dikuasai manufaktur sekitar 70 persen masih bergerak positif.

Malahan, beberapa produk dari Jatim bisa dikembangkan dan berpeluang merebut pasar, seperti garmen, sepatu, udang, ikan dan makanan.

"Kami yang bergerak di bidang kopi dan kakao juga masih cukup bagus. Dan Indonesia juga dikenal dengan surga kopi. Oleh karena itu, kami sedang menggarap total 700 sampai 1000 UKM di Jatim," jelas Isdarmawan.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, nilai ekspor hingga Mei 2019 mencapai 1,81 miliar dolar AS, nilai itu dibandingkan Mei 2018 turun sebesar 0,31 persen.

Sedangkan nilai impor pada Mei 2019 mencapai 2,06 miliar dolar AS atau turun sebesar 6,01 persen dibandingkan April, dan angka itu juga mengalamipenurunan 14,69 persen dibandingkan Mei 2018.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved