6 Fakta Pengantin Wanita Tewas Seusai Berhubungan Badan Maraton 48 Jam, Sang Suami Terancam Ditahan

6 Fakta Pengantin Wanita Tewas Seusai Berhubungan Badan Maraton 48 Jam, Sang Suami Terancam Ditahan

6 Fakta Pengantin Wanita Tewas Seusai Berhubungan Badan Maraton 48 Jam, Sang Suami Terancam Ditahan
Ilustrasi
6 Fakta Pengantin Wanita Tewas Seusai Berhubungan Badan Maraton 48 Jam, Sang Suami Terancam Ditahan 

SURYA.co.id - Berikut ini merupakan deretan fakta dari kasus seorang pengantin wanita yang tewas saat bercinta dengan suaminya selama 48 jam.

Seorang wanita yang baru saja resmi menikah beberapa hari, tewas mengenaskan seusai berhubungan badan dengan suaminya selama 48 jam saat berbulan madu.

Atas kasus tersebut, kini sang suami tengah diadili dan jika terbukti bersalah dia akan dipenjara dengan tuduhan pembunuhan.

Pengantin Baru Wanita Tewas Dicium Suaminya Secara Brutal Saat Malam Pertama, Ini Penjelasan Ahli

Bisnis Suami ini Menonton Istrinya Berhubungan Badan dengan Pelanggan, Tarif Rp 3 Juta Sekali Kencan

Berhubungan Badan Maraton 48 Jam, Pengantin Baru Wanita Tewas Mengenaskan

PENYEBAB Pengantin Wanita Meninggal di Sela Resepsi Pernikahan Berubah Jadi Dukacita Belum Diketahui

Berikut deretan fakta seorang pengantin wanita tewas seusai berhubungan badan 48 jam yang dirangkum SURYA.co.id.

1. Baru menikah

Ralph Jankus (52) dan Christel (49) baru saja melangsungkan pernikahan mereka dan tengah melakukan bulan madu.

Pengantin Wanita Tewas Setelah Berhubungan Badan Maraton 48 Jam Saat Berbulan Madu.
Pengantin Wanita Tewas Setelah Berhubungan Badan Maraton 48 Jam Saat Berbulan Madu. (The Sun)

Saat bulan madu, sebagai pasangan sah mereka melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Namun, saat berhubungan badan selama 48 jam, Christel kemudian tewas.

2. Lakukan teknik fatal saat berhubungan badan

Ralph Jankus (52) diadili hari Rabu (19/6/2019) di Krefeld, Jerman, atas kematian istrinya yang berusia 49 tahun, Christel, beberapa hari setelah mereka menjalin ikatan pernikahan.

Halaman
1234
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Musahadah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved