Berita Malang Raya

Warga Malang Berbondong-bondong Lihat Pemasangan Balok Jembatan Jalan Tol Pandaan – Malang

Ada ratusan orang berkumpul di kawasan proyek tol itu. Mereka berbondong-bondong datang karena ingin melihat proses pemasangan balok jembatan.

Warga Malang Berbondong-bondong Lihat Pemasangan Balok Jembatan Jalan Tol Pandaan – Malang
Surabaya.Tribunnews.com/Benni Indo
Sejumlah warga menunggu untuk melihat proses pemasangan balok beton jembatan jalan tol Pandaan - Malang di dekat proyek kawasan Kelurahan Cemorokandan, Kota Malang, Senin (24/6/2019). 

Asminah sendiri tidak pernah melihat proses pembangunan tol seperti yang terjadi pada Senin malam itu. Baginya, melihat langsung proses itu merupakan kebahagiaan tersendiri.

“Bagus saja, sepertinya menarik,” ujarnya singkat.

Asminah datang bersama ibu-ibu lainnya. Selepas isya, ia sudah berada di lokasi. Sama dengan Suryanto dan Suparman, Asminah dapat informasi dari sebaran sosial media. Mengetahui kalau proyek itu dekat dengan rumahnya, Asminah pun tidak menyia-nyiakan kesempatan.

“Karena rumah saya dekat, ya saya datang melihat,” jelasnya.

Hingga pukul 22.00 wib, keramaian di sekitar proyek masih terlihat. Meskipun juga ada warga yang pergi, namun juga tidak sedikit yang berdatangan.

Di tempat terpisah, Dirtek Jasa Marga Pandaan-Malang, Siswantono saat dikonfirmasi menyampaikan jika sistem buka tutup dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Oleh sebab itu, jadwal bisa berubah karena balok dengan panjang sekitar 40 meter itu membutuhkan proses dan persiapan yang cukup lama sampai akhirnya diangkat menggunakan alat berat.

Akan diberlakukan buka tutup jalur yang berada di bawah proyek. Hal itu dilakukan untuk keselamatan bersama.

"Ketika balok siap diangkat dan ditempatkan maka pengguna jalan bisa manfaatkan jalur alternatif yang lain. Tapi nanti kan ada proses angkat baliknya yang 100 ton itu. Jadi penutupan tidak dilakukan secara total," terangnya, Senin (24/6/2019).

Menurutnya, sistem buka tutup itu dilakukan untuk menghindari kecelakaan. Balok yang diangkat sangat berat dan berbahaya bagi penguna jalan jika tetap nekat melintas di bawahnya saat proses pengerjaan.

"Nanti akan ada petugas yang berjaga. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian," imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved