Berita Surabaya

Publikasi Startup & Aplikasi Bidang Kesehatan Jadi Langkah Preventif Kenalkan Penyakit ke Masyarakat

Startup dan aplikasi bidang kesehatan menjadi strategi baru untuk langkah preventif dalam pengenalan penyakit pada masyarakat

Publikasi Startup & Aplikasi Bidang Kesehatan Jadi Langkah Preventif Kenalkan Penyakit ke Masyarakat
surya/sulvi sofiana
Dr Niko dalam Health Apps & Startup Technology Airlangga Generation 1.0(#HASTAG1.0) yang diadakan pekan lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Startup dan aplikasi bidang kesehatan menjadi strategi baru untuk langkah preventif dalam pengenalan penyakit pada masyarakat. Hal ini diungkapkan Dr Niko Azhari Hidayat SpBTKV(K)VE FIHA sebagai perintis pioneer penggiat tehnologi kesehatan (Healthtech) di Indonesia khususnya bagian timur.

Ia mengajak seluruh penggiat startup dan aplikasi yang fokus di bidang kesehatan untuk berkolaborasi usai acara Health Apps & Startup Technology Airlangga Generation 1.0 (#HASTAG1.0) yang diadakan pekan lalu.

”Saya ingin bersama-sama menyelamatkan lebih banyak orang Indonesia yang menderita penyakit melalui peningkatan Digitalisasi Kesehatan, dimulai dari Surabaya Jawa Timur,"urainya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (25/6/2019).

Lewat aplikasi kesehatan yang terpadu, ia menjelaskan pasien yang tidak punya waktu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter, juga bisa belajar sendiri tentang segala macam hal terkait berbagai penyakit.

"Dengan adanya kemudahan akses informasi kesehatan di era digital ini, masyarakat bisa lebih pintar mendeteksi dini penyakitnya," imbuhnya.

Ia menjelaskan upaya mendorong sosialisasi start up dan aplikasi kesehatan bidang kesehatan tak lepas dari pengalaman pribadinya.

Dokter di RS Universitas Airlangga ini mengungkapkan pernah mengetahui salah satu pasien yang datang dengan kondisi penyakit varises yang sudah demikian parah.

Saat itu seorang pasien perempuan berusia 70 tahun, asal Jepara datang kepadanya dalam kondisi kaki yang sudah memiliki luka yang tak kunjung sembuh akibat varises stadium 4.

Dengan kondisi tersebut, sang pasien harus menjalani operasi laser (EVLA) di RS Universitas Airlangga.

"Saya sangat menyayangkan sekali karena pasien yang memang sangat terlambat mengetahui penyakitnya, dan kejadian seperti ini bukanlah pengalaman pertama saya menerima pasien yang terlambat mengetahui penyakit varises yang juga bisa berpotensi fatal,"ujar Founder Vascular Indonesia ini.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved