Pengakuan Perempuan Muda yang Ditangkap Polisi Karena Aborsi

Polisi menangkap puluhan perempuan yang diduga melakukan praktik aborsi dengan bantuan sebuah sindikat. Inilah pengakuan salah satu dari mereka...

Pengakuan Perempuan Muda yang Ditangkap Polisi Karena Aborsi
tribun jatim/luhur pambudi
Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara saat menginterogasi TS, pengguna jasa aborsi yang ditangkap polisi, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA -TS (30) sengaja membiarkan rambut panjangnya tergurai menutupi raut wajahnya saat dikeler anggota Unit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim, Selasa (25/6/2019) siang.

Perempuan dari Sukoharjo Jawa Tengah itu juga terus menunduk untuk menghindari tersorot kamera wartawan. 

TS adalah satu dari 20 perempuan yang diamankan polisi karena melakukan aborsi dengan menggunakan jasa sebuah komplotan beranggotakan 7 orang. 

Kepada Waditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara, TS mengaku sengaja melakukan aborsi terhadap janin yang baru berusia sebulan di dalam kandungan. 

Hal itu dia lakukan karena masalah ekonomi. Selain itu dia juga merasa malu karena janin itu adalah hasil hubungan gelap dengan pasangannya. 

Tak berani menanggung aib, TS akhirnya gelap mata, ia memutuskan untuk menggugurkan kandungannya itu.

Ia akhirnya bertemu dengan MSA (32) lalu memintanya untuk diantarakan ke LWP (28).

MSA bertugas sebagai perantara atau pihak yang mengantarkan pasien.

Sedangkan LWP bertugas sebagai eksekutor yang menjalankan praktik aborsi.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved