Mahasiswa Asing Belajar Main Bekel Hingga Sajikan Batagor di Unitomo

Selain permainan tradisional, para mahasiswa asing juga diajarkan cara menyajikan makanan tradisional, di antaranya gado-gado dan batagor.

Mahasiswa Asing Belajar Main Bekel Hingga Sajikan Batagor di Unitomo
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Mahasiswa asing mencoba beberapa tarian dan permainan tradisional di Kampus Unitomo Surabaya, Selasa (25/6/2019).Kehadiran sembilan mahasiswa Oklahoma Univ USA yang juga ikut memasak kuliner nusantara ini merupakan program Cross Cultural Understanding Fakutas Sastra Unitomo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kerjasama Perguruan Tinggi dengan luar negeri kerap dilakukan dalam bentuk pertukaran mmahasiswa. Hal ini juga dilakukan Universitas Dr Soetomo (Unitomo) selama beberapa tahun terakhir dengan sejumlah universitas di Amerika Serikat.

Bulan ini, Unitomo berkesempatan mengadakan Cross Culture (pertukaran budaya) dengan 7 mahasiswa dari Oklahoma State University dan Florida University di Amerika Serikat.

Kegiatan ini dibuka dengan pertunjukan tarian Incling Jangget dan dilanjutkan dengan permainan tradisional “boi-boian” dan juga bola bekel.

Selain permainan tradisional, para mahasiswa asing juga diajarkan cara menyajikan makanan tradisional, di antaranya gado-gado dan batagor.

Tujuh mahasiswa asing itu adalah Jimmy Glock, Francis Winter, Jacob Hitchock, Kelsey Kackerott, Bethany Cruse, Mitchell Shedd, dan Gabby Roque. Dengan agak kaku, mereka mencoba beragam hal tradisional mulai daei tarian, bermain bekel hingga menyajikan batagor.

“Kalau di Amerika kami menghabiskan libur keluarga dengan makan bersama, utamanya makan fried chicken. Saat ini saya ke Indonesia memanfaatkan liburan dengan berkunjung ke Unitomo, untuk mendapatkan pengetahuan budaya Indonesia lebih dalam,” kata Jimmy Glock (20), salah satu mahasiswa asing yang sudah dua kali ke Unitomo.

Berbeda dengan Jimmy Glock, Gaby Roque (20), mahasiswa University Florida mengungkapkan kunjungannya ke Indonesia merupakan kunjungan terjauh yang dilakukannya.

“Saya baru pertama kali melihat aneka permainan tradisional, seni tari tradisional dan juga makanan khas Indonesia. Kalau di Amerika saya hanya main permainan sederhana seperti board game,” tuturnya.

Cicilia Tantri, Dekan Fakultas Sastra mengatakan kegiatan pertukaran budaya ini sudah menjadi agenda tahunan. Mahasiswa asing ini selama di Unitomo akan memiliki berbagai kegiatan dengan mahasiswa seni dan sastra.

“Kegiatan banyak diatur mahasiswa langsung, mereka juga bisa masuknkelas sastra Inggris. Karena untuk memahami bahasa juga perlu melalui pendekatan tukar budaya,” pungkasnya

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved