Berita Tulungagung

5.000 Lulusan SMP Gagal Masuk Sekolah Negeri di PPDB SMA 2019, Begini Penjelasan Dindik Tulungagung

Sekitar 5.000 siswa lulusan SMP di Kabupaten Tulungagung gagal masuk ke SMA/SMK negeri, akibat sistem zonasi PPDB SMA 2019

5.000 Lulusan SMP Gagal Masuk Sekolah Negeri di PPDB SMA 2019, Begini Penjelasan Dindik Tulungagung
surya/david yohanes
Operator tengah melayani pengambilan PIN PPDB SMA 2019 Tulunggaung. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Sekitar 5.000 siswa lulusan SMP di Kabupaten Tulungagung gagal masuk ke SMA/SMK negeri. Hal ini terungkap dari hasil PPDB SMA tahun ajaran 2019/2020.

Pada 2019 ini, terdapat 14.000 lulusan SMP. Dari angka itu, hanya 9.000 siswa yang di SMA/SMK negeri. Artinya, ada 5.000 siswa lulusan SMP yang tak tertampung di sekolah negeri.

“Yang gagal ke sekolah negeri, mereka bisa bersekolah di SMA/SMK swasta, atau juga ke Madrasah Aliyah,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Tulungagung, Solikin, Selasa (25/6/2019).

Solikin menuturkan gagalnya para siswa masuk SMA/SMK negeri disebabkan banyak faktor.

Salah satunya, penerapan kuota zonasi yang sangat besar, memperhatikan jumlah lembaga SMA di masing-masing wilayah.

Padahal, tidak semua kecamatan di Tulungagung mempunyai SMA.

“Akibatnya ada tiga SMA yang gagal mendapatkan siswa, yaitu SMAN 1 Pakel, Kalidawir dan Campurdarat,” ungkap Solikin.

Kurangnya pagu ini diduga karena jumlah lulusan SMP di zona ini memang rendah, sementara pilihan pertama ada di sekolah-sekolah yang selama ini punya label favorit.

Ada juga wilayah yang sulit masuk ke sekolah mana pun, karena faktor administrasi kependudukan dan jarak ke sekolah.

“Banyak keluhan dari orangtua siswa terkait penerapan zonasi tahun ini, karena di kecamatan yang tidak punya SMA. Mereka pasti kalah jika bersaing dengan siswa dari kecamatan tempat SMA itu berada,” tutur Solikin.

Karena itu Solikin mengusulkan, ada perlakuan khusus untuk siswa yang berasal dari kecamatan yang tidak punya SMA,

Solusi yang ditawarkan, mereka diperbolehkan mendaftar lintas zona dengan menggunakan nilai ujian.

Diharapkan dengan kemudahan ini, siswa dari kecamatan yang tidak punya SMA memiliki kesempatan yang sama.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved