Berita Surabaya

Ratusan Warga Pacitan Terpapar Hepatitis A, Langkah - langkah ini Dilakukan Dinas Kesehatan Jatim

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memberikan perhatian khusus terhadap ratusan warga Pacitan yang terpapar Hepatitis A.

Ratusan Warga Pacitan Terpapar Hepatitis A, Langkah - langkah ini Dilakukan Dinas Kesehatan Jatim
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso saat diwawancara di Jatim Expo, Sabtu (30/3/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memberikan perhatian khusus terhadap ratusan warga Pacitan yang terpapar Hepatitis A.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Kohar Hari Santoso menyebut pemerintah telah melakukan langkah preventif dan juga penindakan kepada ratusan pasien tersebut.

Berdasarkan penjelasan Kohar, hingga Sabtu (22/6/2019) malam, jumlah pasien terduga Hepatitis A mencapai 429 orang yang tersebar di tiga kecamatan di Pacitan. Yakni, Sudimoro, Ngadirojo, dan Tulakan.

"Angkanya masih terus bergerak. Terbanyak, ada di Kecamatan Sudimoro," kata Kohar kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (24/6/2019).

Menyikapi meningkatnya kasus Hepatitis A tersebut, Dinkes Prov Jatim telah hadir dengan mendampingi Dinkes Kab Pacitan. Selama pendampingan, pihaknya melakukan pembimbingan langsung terkait tata laksana pasien, surveilans, dan pengendalian risiko penularan.

"Langkah pengendalian yang butuh dilakukan kita akronimkan menjadi TaSPen. Ini merupakan kepanjangan dari Tata Laksana pasien, Surveilans yang intens, dan Pengendalian risiko infeks," kata Kohar menjelaskan.

Terkait tata laksana pasien, Dinkes mengingatkan tirah baring (bedrest) sampai ikterus negatif atau kadar bilirubin kurang dari 1 gram. Kemudian, diet bergizi tinggi dengan ditunjang obat supportif / roborantia.

Selain itu, juga isolasi dan higiene individu agar tidak menjadi sumber penular. Petugas juga menggunakan sarung tangan dan cuci tangan alkohol 96 persen bergliserin, utamanya sebelum maupun setelah kontak langsung dengan pasien.

Sejumlah surveilans juga disiapkan untuk pemantauan berkelanjutan agar mampu memetakan sebaran kasus, faktor risiko, dan langkah penanganan. Upaya ini dilakukan di antaranya dengan mengisi sistem kewaspadaan dini dan respon (SKDR) secara tertib dan akurat.

Selain itu, Dinkes juga menyiapkan pengendalian faktor risiko penularan. Di antaranya dengan menyosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved