Pemprov Jatim Siapkan Rp 1,8 Trilliun untuk SPP Gratis dan 2 Pasang Seragam

"Mulai Juli SPP semua siswa SMA & SMK Negeri di Jatim sudah gratis. Untuk pelajar di SMA dan SMK Swasta akan dapat subsidi SPP," kata Khofifah.

surya/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dia menyebut bahwa Pemprov Jatim telah menyiapkan anggaran Rp 1,8 triliun untuk SPP gratis. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Program pendidikan gratis dan berkualitas (TisTas) untuk jenjang SMA SMK Negeri dan swasta di Jawa Timur bakal mulai berlangsung Juli tahun ajaran 2019/2020.

Pemprov Jatim bahkan sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,8 trilliun untuk SPP gratis dan meningkatkan kualitas pendidikan di SMA/SMK negeri dan swasta di Jawa Timur.

Hal itu ditegaskan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Senin (24/6/2019).

Dia mengatakan, dengan adanya TisTas, para orang tua tak lagi harus pusing memikirkan biaya SPP siswa. 

"Mulai Juli SPP semua siswa SMA dan SMK Negeri di seluruh Jawa Timur sudah gratis. Sedangkan untuk pelajar yang bersekolah di SMA dan SMK Swasta akan mendapatkan subsidi SPP. Pemprov Jawa Timur sudah menyiapkan uang Rp 1,8 Triliun untuk program ini," kata Khofifah.

Tidak hanya itu, para siswa baru juga akan diberi 2 pasang seragam baru, masing-masing seragam putih abu-abu dan seragam Pramuka. 

"Goalnya, tentu saja tidak ada lagi cerita generasi penerus Jawa Timur tidak bisa bersekolah karena terkendala biaya. Kami ingin seluruh anak Jawa Timur jadi generasi cerdas dan hebat serta berakhlak mulia. Amin. Mohon doa," ucap wanita yang juga sempat menjabat sebagai Menteri Sosial ini.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan SMA/SMK di Jawa Timur, Pemprov Jawa Timur bakal melakukan pemerataan dan peningkatan kualitas sarana prasarana sebagai etalase pendidikanmelalui pengadaan meja kursi (meubelair) sebagai pengganti meja kursi siswa yang sudah rusak.

Pemprov Jawa Timur juga bakal merevitalisasi SMK melalui Sekolah Pengampu/Sekolah induk dalam bentuk pembangunan laboratorium/studio praktek bersama yang bertujuan untuk pemerataan kualitas lulusan SMK yang ada di Jawa Timur.

Dalam program TisTas, yang juga mendapat perhatian adalah perluasan akses pendidikan yang dilakukan melalui pembentukan Sekolah Pengampu Kepengasuhan Siswa Berbasis Pesantren.

"Tujuannya untuk memberikan kepengasuhan bagi anak-anak petani, nelayan, yatim piatu, serta ditinggal orang tua sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI)," pungkas Khofifah,

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved