Berita Surabaya

Pemicu Massa Penolak PPDB Sistem Zonasi yang Ricuh dengan Aparat Keamanan di Dindik Jatim

Massa aksi penolak Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi 2019 sempat ricuh dengan aparat keamanan, Senin (24/6/2019).

Pemicu Massa Penolak PPDB Sistem Zonasi yang Ricuh dengan Aparat Keamanan di Dindik Jatim
SURYAOnline/yusron naufal putra
Massa memaksa masuk halaman Dinas Pendidikan Provinsi Jatim untuk bertemu plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim Hudiyono, Senin (24/6/2019). 

SURYA.co.id| SURABAYA - Massa aksi penolak Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi 2019 sempat ricuh dengan aparat keamanan, Senin (24/6/2019).

Massa tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya yang sempat ricuh tersebut lantaran tuntutan mereka untuk menemui Kepala Dinas Pendidikan Jatim tak kunjung dipenuhi.

Kendati telah mengirim perwakilan sebanyak lima orang untuk menemui pihak terkait di dalam kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, massa tetap meminta Kepala Dinas beserta jajarannya turun dan menemui mereka di luar gedung.

"Keluar atau kami yang masuk," teriak orator yang disambut teriakan massa.

Pagar gerbang masuk yang dijaga aparat keamanan pun sempat menjadi sasaran amuk massa karena tuntutannya tak kunjung dipenuhi.

Aksi saling dorong pun tak terelakkan antara massa yang mencoba membuka pagar gerbang masuk dengan aparat keamanan yang berjaga ketat di pintu masuk ke dalam Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

Beruntung, kericuhan itu pun berhasil diredam oleh aparat keamanan yang siaga penuh di lokasi.

Diketahui, massa dari PMII Surabaya mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jatim untuk menyampaikan penolakan atas penerapan sistem zonasi PPDB 2019.

Mereka menolak dan meminta dinas terkait untuk menemui massa dan berdiskusi guna mencari solusi, karena menganggap penerapan sistem zonasi dalam PPDB telah merugikan masyarakat.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved