Berita BUMN

Pemerintah Diminta Sinkronkan Rencana Industrial dengan Kapasitas Pasokan Listrik, ini Alasannya

Hal itu diungkapkan Prof Iwa Garniwa Mulyana, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) yang sekaligus Ketua STT-PLN 2019 - 2023.

Pemerintah Diminta Sinkronkan Rencana Industrial dengan Kapasitas Pasokan Listrik, ini Alasannya
kompas.com
Ilustrasi gardu induk PLN 

SURYA.co.id | Meskipun PLN dinilai siap dalam memenuhi kebutuhan listrik dunia industri, tetapi Pemerintah diminta menyinkronkan antara rencan industrial dengan kasitas pasokan listrik.

Hal itu diungkapkan Prof. Iwa Garniwa Mulyana, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) yang pada Mei lalu dikukuhkan sebagai Ketua STT-PLN periode 2019 – 2023.

“Saya melihat PLN lebih dari siap dalam upaya memenuhi kebutuhan dan pertumbuhan dunia industri. Ini prestasi PLN, dan pemerintah seyogyanya mensinkronkan antara rencana industrial dengan kapasitas pasokan (listrik) yang sudah disiapkan PLN,” ungkap dia.

Kesiapan PLN dalam menjaga kelangsungan industri, bisa disaksikan melalui upaya PLN dalam memastikan pasokan listrik yang andal bagi Kawasan-kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI) dan pelanggan-pelanggan besar lainnya.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, total daya yang dipasok PLN untuk pelanggan besar adalah 22.461 Mega Volt Ampere (MVA).

Sementara pelanggan yang sudah tersambung hingga Oktober 2018 adalah 810 MVA. (sumber: http//www.bumn.go.id/pln/berita/1-Keandalan-Pasokan-Listrik-Jadi-Kunci-Pengembangan-Kawasan-Industri-Modern).

Secara umum, Iwa menilai kesiapan infrastuktur PLN juga sudah lebih dari cukup dalam upaya memenuhi pasokan listrik yang dibutuhkan industri modern. Namun ada fakta bahwa pertumbuhan dunia industri ternyata tidak sesuai harapan, hal itu menurutnya bukan tanggungjawab PLN.

Dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PT Perusahaan Listrik Negara/PT PLN (Persero) 2019-2028, yang dipaparkan Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Januari lalu, penambahan infrastruktur ketenagalistrikan yang direncanakan hingga 2028 terperinci sebagai: 1) pembangkit tenaga listrik 56.395 MW, 2) jaringan transmisi sepanjang 57.293 kilometer sirkit (kms), 3) gardu induk 124.341 MVA, 4) jaringan distribusi sepanjang 472.795 kms, dan 5) gardu distribusi 33.730 MVA.

Untuk mencapai target tersebut PT PLN (Persero) melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah mewujudkan sistem tenaga listrik Jawa-Bali (SJB), sebagai sistem interkoneksi terbesar di Indonesia.

Sedang Humas Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Pandu Satria Jati menambahkan Pemerintah kini terus fokus membangun pembangkit listrik.

"Sesuai data statistik ketenagalistrikan tahun 2017, di Jawa Bali saat ini terdapat 331 pembangkit yang masuk ke dalam sistem interkoneksi dengan kapasitas pembangkit sekitar 37.600 MW,” papar Pandu.

Halaman
12
Penulis: Yoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved