Single Focus

Demam Korea Landa Surabaya, Pengamat Budaya: Spion Satu pun Tiru Korea 

"Masih ingat tren spion motor satu di era lalu. Itu niru Korea," kenang Pengamat Budaya Pop UK Petra Theo Jokri, Senin (24/6/2019).

Demam Korea Landa Surabaya, Pengamat Budaya: Spion Satu pun Tiru Korea 
SURYAOnline/nuraini faiq
Pengamat Budaya Pop UK Petra Surabaya Theo Jokri  

SURYA.co.id | SURABAYA - Tidak hanya kali ini saja budaya Korea telah berhasil "menjajah" muda-mudi Surabaya dan Indonesia pada umumnya. Mereka tersihir oleh performance dan tampilan menarik boy band Negeri Ginseng tersebut. 

Tidak hanya wujud budaya K (Korea) Pop seperti Boy Band kenamaan mereka, mulai dari drama serial Korea hingga gaya bermotor generasi muda Surabaya juga meniru gaya Korea.

"Masih ingat tren spion motor satu di era lalu. Itu niru Korea," kenang Pengamat Budaya Pop UK Petra Theo Jokri, Senin (24/6/2019).

Salah satu yang fenomenal adalah serial drama dan kelompok musik F4 mereka. Keduanya begitu dahsyat menyelinap hingga ke seluruh relung benak muda mudi Indonesia. Salah satu penyebab mereka digandrungi adalah karena aktor dan penyanyi mereka yang ganteng abis. 

Bukan sekadar ganteng menawan tapi performance mereka memang dinamis dan menjawab selera anak muda Indonesia. "Pawakan e Pancen disenengi arek Suroboyo. Tapi sebenarnya itu hanya salah satu faktor pendukung mereka diterima di kalangan muda kita," ucap Theo.

Dosen UK Petra ini melihat bahwa totalitas budaya Korea memang luar biasa. Selain budaya mereka memang punya karakter, terutama budaya populernya sampai menggeser dunia barat di bidang budaya populer. 

Beberapa tahun ini, K Pop mereka menggeser dominasi barat. Kenapa bisa demikian, Theo yang juga mengajar budaya dunia di UK Petra itu melihat ada dukungan totalitas pula dari Pemerintah. Artinya secara politik memang Pemerintah di sana memberi porsi tersendiri. 

Dia menuturkan bahwa pemerintah Korea sangat mendukung berkembangnya K-Pop dan persebarannya ke penjuru dunia. Sepengetahuan Theo, pemerintah di sana bahkan membentuk institusi atau lembaga yg khusus berperan dalam perkembangan dan persebaran K-Pop. 

Semacam kementrian kalau di Indonesia masuk ekonomi kreatif. Lembaga atau institusi itu dalam naungan Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan. Tentu politik Anggaran juga memberi dukungan signifikan.

Bahkan informasinya setiap perusahaan Korea di luar negeri dibebani untuk ikut menyebarkan K pop itu. Cara-cara yang sistematis dan masif inilah yang menjadikan budaya Korea menggurita. Selain dukungan era teknologi informasi yang mendukung efektivitas penyebaran K Pop. 

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved