Berita Surabaya

Curhatan Wali Murid Asal Ngagel tentang Dilema Sistem Zonasi PPDB 2019 Surabaya

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 dengan sistem zonasi membuat seorang wali murid, Yuli Hapsari, merasa bersyukur sekaligus kecewa

Curhatan Wali Murid Asal Ngagel tentang Dilema Sistem Zonasi PPDB 2019 Surabaya
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Ratusan orang tua wali murid melakukan protes sistem PPDB Zonasi yang dianggap tidak adil di depan Gedung Grahadi, Surabaya Rabu (19/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 dengan sistem zonasi membuat seorang wali murid, Yuli Hapsari, merasa bersyukur sekaligus kecewa. Perempuan asal Ngagel Surabaya ini menerima pemberitahuan putra keduanya lolos zonasi PPDB di sekolah yang dinilai favorit, yaitu SMPN 12 Surabaya.

Namun, hal lain cukup membuatnya kecewa lantaran putri sulungnya tidak dapat melanjutkan impiannya sekolah di sekolah negeri. Salah satu anak Yuli Hapsari, tidak lolos zonasi PPDB di SMAN 10 Surabaya.

"Yang lolos itu SMPN, karena dekat dengan zonasi. Kalau yang SMA itu karena jaraknya terlalu jauh," keluh Yuli Hapsari, Senin (24/6/2019).

Yuli mengungkapkan, dua pemberitahuan hasil zonasi PPDB tersebut membuatnya kecewa namun di lain sisi lega karena anaknya diterima di SMPN 12 Surabaya.

"Saya ada kecewanya juga tetapi juga leganya juga ada," ujar Yuli Hapsari.

Padahal nilai ujian sekolah berstandart nasional (USBN) yang dimiliki cukup tinggi untuk dapat masuk ke sekolah negeri impian anaknya.

Namun sistem zonasi tidak ditentukan nilai melaikan jarak rumah ke sekolah.

"Yang mau masuk SMP bagus rata-rata 8,2 kalau yang mau masuk SMA rata-rata 7,4. Seharusnya bisa, kalau tahun lalu sistemnya bukan zonasi bisa masuk SMAN 10 tetapi sekarang zonasi tidak bisa," kata Yuli.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved