Liputan Khusus

Budiono, Youtuber Arek Suroboyo sempat Mau Nyerah karena Dicaci, kini Pendapatannya 6.000 Dolar AS

Meskipun dicaci maki oleh penontonnya, Budiono tak patah arang. Budiono justru semangat belajar dan terus mencoba.

Budiono, Youtuber Arek Suroboyo sempat Mau Nyerah karena Dicaci, kini Pendapatannya 6.000 Dolar AS
foto: don/nen
Budiono, youtuber asal Keputih, Surabaya. 

SURYA.co.id | YouTube kini digandrungi banyak orang. Mereka berlomba-lomba membuat akun YouTube. Di YouTube
seorang bisa menuangkan segala kreativitasnya melalui video. Tak hanya itu, seseorang juga bisa
meraup pundi-pundi uang melalui di YouTube.

Budiono (38) warga Keputih, Surabaya juga tak mau ketinggalan membuat akun YouTube. Dia membuat
akun YouTube sejak 21 Juni 2015 dengan nama Budiono Sukses. Kala itu, dia hanya modal nekat, dengan
perlengkapan membuat video seadanya.

"Saya menggunakan alat seadanya. Untuk merekam video, saya menggunakan kamera ponsel," katanya
Minggu (23/6).

Budiono mengungkapkan, dirinya tertarik membuat YouTube karena kegemarannya berbagi
pengalaman dan belajar hal baru. Sebelum menggeluti dunia YouTube, Budiono merupakan seorang
blogger.

"Saya senang berbagi pengalaman. Saat awal mula membuat YouTube, saya membuat video tentang
pengalaman saya belanja online empat bulan berselang setelah membuat akun Youtube atau tepatnya
26 November 2015," ujarnya.

Saat pertama membuat video, karya Budiono tak mendapat respons baik. Dalam sebulan, orang yang
menonton video pengalaman belanja online karyanya hanya berada di angka 1.000 viewers.

Tak hanya itu, penonton meninggalkan komentar dengan kata-kata pedas. Penonton akun YouTube-
nya kala itu menilai angle pengambilan gambar Budiono sangatlah kurang pas dan tak enak dipandang.

"Karena ya waktu itu masih tahap awal, semua belajar sendiri secara otodidak. Pengambilan gambar
video kurang pas sudutnya. Lantas saya dicaci maki sama penonton dan dibandingkan sama kreator lain
yang lebih besar subscriber-nya," paparnya.

Meskipun dicaci maki oleh penontonnya, Budiono tak patah arang. Budiono justru semangat belajar dan
terus mencoba. Budiono pun mencoba membuat video lain. Segala macam kegiatan, dia abadikan dan
diunggah ke akun YouTube miliknya.

"Waktu itu belum terpikirkan untuk spesifik ke kuliner. Jadi ya random saja sedapatnya konten,"
ungkapnya.

Halaman
123
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved