Bagi Sebagian Desa di Tulungagung, PPDB Sistem Zonasi Menjauhkan Anak Dari Sekolah

Untuk beberapa desa di Tulungagung, Jawa Timur, sistem zonasi justru menjauhkan anak-anak dari sekolah.

Bagi Sebagian Desa di Tulungagung, PPDB Sistem Zonasi Menjauhkan Anak Dari Sekolah
TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra Sakti
Unjuk rasa para wali murid di depan Gedung Grahadi yang menolak sistem zonasi PPDB SMA 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Pemberlakuan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) diharapkan bisa memicu pemerataan pendidikan.

Selain itu siswa diharapkan menempuh pendidikan di sekolah terdekat dari rumahnya.

Namun untuk beberapa desa di Tulungagung, Jawa Timur, sistem zonasi justru menjauhkan anak-anak dari sekolah.

Ada sejumlah desa dengan jarak nanggung, atau sering disebut blank spot zonasi.

Desa-desa ini jaraknya sangat jauh dari SMP Negeri manapun.

Sehingga saat bersaing dengan patokan jarak rumah ke sekolah, mereka pasti kalah dengan desa lainnya.

Seperti yang diungkapkan seorang wali murid, sebut saja Nanang, asal Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu.

“SMP paling dekat dari sini SMPN 2 Tulungagung sama SMPN 2 Sumbergempol. Tapi kali kalah dekat kalau bersaing dengan desa-desa lain,” ucap Anang.

Pilihan yang masuk akal baginya adalah menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta.

Namun di Tulungagung tidak banyak pilihan sekolah swasta, apalagi yang biayanya murah.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved